Ternyata sejak kecil aku hanya ingin dicintai
Sejak kecil, keinginan untuk dicintai seringkali menjadi dasar dari segala perasaan kita. Saya sendiri pernah merasakan kekosongan yang dalam, di mana mencintai orang lain terasa seperti tangki kosong yang harus diisi lagi dan lagi. Dalam keseharian, kita sering berharap cinta dari pasangan atau lingkungan sekitar bisa mengisi kekosongan itu, tapi semakin kita berharap, terkadang justru semakin terasa capek dan penuh beban. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa mencintai diri sendiri adalah langkah awal yang penting. Ketika kita mampu memahami dan menerima diri sendiri, rasa cinta yang tulus akan mulai tumbuh. Jangan sampai kita hanya mengejar cinta dari luar, hingga lupa untuk mengenal dan memeluk perasaan kita sendiri. Selain itu, penting untuk menyadari bahwa cinta bukan hanya tentang memiliki atau berharap dari orang lain, tetapi juga tentang memberi dan melimpahkan kasih sayang tanpa syarat. Dalam proses itu, kita belajar untuk tidak terlalu menuhi kekosongan dengan harapan semu, melainkan membangun pondasi yang kuat dalam diri. Saya juga menemukan bahwa berbagi cerita dan pengalaman tentang rasa ingin dicintai membuat ikatan emosional dengan orang lain semakin kuat. Hal ini membantu kita merasa tidak sendiri dalam menghadapi perjalanan hidup yang terkadang penuh dengan lika-liku perasaan. Cinta yang sejati datang dari kebaikan dan kesadaran, bukan sekadar harapan yang belum tentu terpenuhi. Jadi, mari kita mulai mengenali dan mencintai diri sendiri, belajar memberi cinta dengan tulus, dan memahami bahwa keinginan untuk dicintai adalah bagian alami dari jiwa manusia. Dengan begitu, hidup akan terasa lebih bermakna dan penuh kedamaian.









































