Kasih yang Mengalir dari Tuhan
Sebelum kita mengenal Tuhan, sebelum kita layak, bahkan ketika kita masih berdosa dan jauh dari-Nya, Allah sudah terlebih dahulu mengasihi kita. Kasih-Nya bukan reaksi terhadap kebaikan kita, tetapi tindakan kasih yang mendahului dan mengubahkan kita.
Kasih Allah adalah kasih yang memulai segalanya.
Ia tidak menunggu kita menjadi sempurna. Ia tidak menuntut syarat. Ia mengasihi dengan kasih yang tanpa syarat, tanpa batas, dan tanpa pamrih. Kasih itulah yang menebus kita melalui pengorbanan Yesus di kayu salib.
Karena itu, Yohanes menegaskan bahwa mengasihi sesama bukan hanya perintah, tetapi respon terhadap kasih Allah. Kita dapat mengampuni, karena kita telah menerima pengampunan. Kita dapat memberi, karena kita telah menerima. Kita dapat mengasihi orang yang sulit dikasihi, karena Allah telah mengasihi kita ketika kita tidak layak dikasihi.
Jika kita merasa sulit mengasihi seseorang, ingatlah satu hal: Kita tidak dipanggil untuk mengasihi dengan kekuatan kita sendiri, tetapi mengalirkan kasih yang kita terima dari Tuhan.
Kasih itu bagaikan air yang terus mengalir. Jika hati kita penuh oleh kasih Allah, maka kasih itu akan mengalir kepada orang-orang di sekitar kita.
#renunganharian #renungankristen #motivasihidup #motivasikristen

























