kerja sesuai gaji..... masih lembur Bosqu
Aku juga pernah di posisi bingung antara kerja sesuai gaji atau kejar ilmu dulu. Di satu sisi, company A dengan gaji 9 juta, fulltime, jarang lembur dan kerjaannya ringan itu kelihatan ideal banget buat yang pengin hidup stabil, bisa nabung, dan masih punya waktu buat keluarga atau me-time. Tapi minusnya, kalau ilmunya minim dan pekerjaannya terlalu nyaman, kita bisa gampang kejebak di zona nyaman. Beberapa tahun ke depan, skill mungkin gitu-gitu aja dan susah bersaing kalau mau pindah kerja atau kejar karier yang lebih tinggi. Sementara company B, gaji 3 juta, fulltime, sering lembur, tapi katanya bisa dapat banyak ilmu dan pengalaman. Buat yang masih awal karier, ini sebenarnya menarik banget. Dengan sering lembur dan pegang banyak hal, kita jadi kebiasaan kerja cepat, belajar manajemen waktu, komunikasi sama atasan dan klien, plus nambah portofolio. Jangka panjang, pengalaman kayak gini biasanya kepake banget kalau mau naik gaji di tempat lain atau pindah ke perusahaan yang lebih besar. Kalau aku pribadi, aku bakal pilih berdasarkan fase hidup. Kalau masih single dan tanggungan belum banyak, aku cenderung pilih company B dulu: gaji 3 juta, sering lembur tapi fokus ngumpulin ilmu, skill, dan relasi. Targetku, 1–3 tahun di sana buat upgrade diri, habis itu baru cari kerjaan dengan gaji lebih tinggi yang sesuai skill baru. Tapi kalau sudah punya keluarga atau butuh finansial stabil, company A dengan gaji 9 juta dan jarang lembur bisa jadi pilihan lebih masuk akal, karena kesehatan fisik dan mental juga penting. Hal lain yang aku pertimbangin: budaya kerja dan atasan. Kalau di company B lemburnya wajar, ada kompensasi dan ilmunya benar-benar kepake, aku masih oke. Tapi kalau lembur terus, gak dibayar, dan hanya kerjain hal repetitif, ya sama aja bohong. Sebaliknya, di company A, kalaupun kerjaannya ringan, aku bakal cari cara buat tetap berkembang, misalnya ikut kursus online, freelance kecil-kecilan, atau belajar skill baru di luar jam kerja supaya gak stagnan. Jadi intinya, gak ada jawaban benar atau salah. Coba tanya diri sendiri: lagi butuh apa sekarang, uang atau ilmu? Terus bayangin diri kamu 3–5 tahun ke depan, kira-kira pilihan mana yang paling bantu kamu sampai ke situ. Dari situ, baru deh putuskan mau kerja sesuai gaji, kejar ilmu lewat lembur, atau cari kompromi di tengah-tengah.






































