... Baca selengkapnyaAku pribadi makin ke sini makin sadar, minta nafkah ke suami itu bukan sekadar soal uang, tapi soal tanggung jawab dia di hadapan Allah. Ada kalimat yang sering aku dengar: “Mintalah nafkah pada suami, agar hisab suamimu ringan.” Awalnya aku kira itu cuma nasihat biasa, tapi ternyata dalam banget maknanya.
Suami memang diwajibkan menafkahi, tapi sebagai istri kita juga punya adab saat meminta. Misalnya, memilih waktu yang tepat saat suami sedang tenang, tidak dalam keadaan capek atau emosi. Aku biasanya nunggu momen santai, baru pelan‑pelan ngobrol soal kebutuhan rumah: uang belanja, sekolah anak, sampai keperluan tak terduga. Cara ngomongnya juga aku jaga, lebih ke curhat dan diskusi, bukan menuntut.
Aku juga belajar untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Nafkah itu kewajiban suami untuk kebutuhan pokok: makan, tempat tinggal, pakaian yang layak, dan hal penting lainnya. Kalau aku mau sesuatu yang sifatnya keinginan, aku usahakan ngomong jujur, “Ini sebenarnya bukan wajib, cuma kalau abang mampu aku pengin ini.” Dari situ suami juga terasa lebih ringan ngasihnya, karena nggak merasa dipaksa.
Hal lain yang menurutku penting, jangan bandingkan suami dengan suami orang lain. Kadang lihat media sosial bikin kita kepancing: suami A kasih istrinya macam‑macam, suami B selalu ajak jalan ke tempat mahal. Padahal kemampuan setiap orang beda. Fokus ke rezeki yang ada di rumah sendiri bikin hati lebih tenang. Aku lebih memilih mengingatkan suami soal nafkah dengan cara yang lembut, sambil terus doakan dia dimudahkan rezekinya.
Satu hal yang juga aku pegang: nafkah itu bukan cuma uang. Perhatian suami, bantu kerjaan rumah saat dia bisa, antar jemput kalau sempat, itu juga bentuk nafkah yang sering terlupakan. Dengan saling menghargai usaha masing‑masing, suasana rumah juga lebih hangat.
Kalau ada kebutuhan besar, misalnya biaya pendidikan atau kesehatan, aku biasanya ajak suami ngobrol terbuka. Kita hitung bareng, lihat kemampuan, dan kadang cari jalan tengah, seperti cicilan atau menunda hal yang kurang penting dulu. Dari situ terasa banget kalau rumah tangga itu memang kerja sama.
Buatku, minta nafkah yang beradab itu intinya: jaga kata‑kata, jaga hati, dan tetap taat pada Allah. Ketika istri minta dengan cara baik dan suami berusaha menafkahi dengan ikhlas, insya Allah hisab keduanya jadi lebih ringan di akhirat nanti.