... Baca selengkapnyaAku dulu sering bingung bedain pindang buntut biasa dengan pindang buntut merah. Setelah beberapa kali coba, ternyata kuncinya ada di potongan buntut, pemilihan kunyit segar, dan komposisi bumbu pindang daging.
Pertama soal buntut sapi. Aku sekarang selalu minta tukang daging potong buntut sekitar 3 cm. Potongan segini menurutku pas: dagingnya masih terasa tebal, tapi bumbu pindang bisa meresap sampai ke bagian dalam. Kalau terlalu besar, butuh waktu lebih lama empuk; kalau terlalu kecil, daging gampang hancur saat direbus lama. Biasanya aku cuci buntut dengan air mengalir, lalu rendam sebentar dengan air hangat yang dicampur sedikit jeruk nipis supaya bau amisnya berkurang.
Untuk warna merah yang cantik di pindang buntut merah, aku kombinasikan cabai merah keriting dan sedikit cabai merah besar. Cabai besar ini aku iris agak tebal supaya tetap kelihatan di kuah. Kadang kalau ingin kuah lebih pekat, aku tambahkan sedikit tomat merah dan masak agak lama sampai warnanya keluar. Hasilnya kuah pindang terlihat merah segar, tapi rasanya tetap ringan dan nggak terlalu pedas, cocok dimakan siang hari.
Bagian favoritku adalah pakai kunyit segar iris, bukan kunyit bubuk. Kunyit segar aku kupas, lalu potong tipis atau iris memanjang. Menurut pengalaman, kunyit segar bikin aroma kuah lebih wangi dan warna kuningnya lebih natural. Biasanya aku campur dengan lengkuas, serai, daun salam, dan daun jeruk sebagai bumbu pindang daging. Semua aku geprek supaya aromanya keluar maksimal, lalu dimasukkan ke rebusan buntut yang sudah mendidih.
Untuk bumbu halus pindang daging, aku biasanya pakai bawang merah, bawang putih, sedikit ketumbar, dan garam. Kadang aku tambahkan gula aren atau sedikit gula pasir supaya rasa gurihnya seimbang dengan asam dan pedas. Setelah buntut empuk, barulah aku koreksi rasa: kalau terlalu tajam, tinggal tambah air, kalau kurang gurih bisa tambahkan garam atau kaldu sapi.
Tips kecil dari pengalamanku: rebus buntut sapi dua kali. Pertama, rebus sebentar lalu buang air rebusan pertama untuk mengurangi lemak dan kotoran. Baru setelah itu rebus lagi dengan air bersih bersama bumbu pindang daging sampai empuk. Kuah jadi lebih jernih tapi tetap berasa kaldunya. Saat penyajian, aku suka tambahkan irisan tomat segar, taburan daun bawang, dan sambal terasi di sampingnya. Dimakan dengan nasi hangat, pindang buntut sapi merah ini jadi menu rumahan favorit keluarga.
Kalau kamu baru pertama kali coba, jangan takut bereksperimen dengan takaran cabai dan kunyit segar iris. Lama-lama kamu bakal nemu versi pindang buntut merah yang paling cocok dengan selera kamu sendiri.