Bonus Waktu
Suatu hari setiap orang pasti mengalami fase dimana seolah hidup baru saja di reset sang Maha Pencipta.
Pertengahan tahun 2025, Aku terkena Bell's False dan sehat kembali setelah menjalani terapi. Awal tahun 2016 seharusnya indah bila Aku tidak dilarikan ke RS karena kena vertigo dan divonis stroke awal. Akhir tahun dan awal tahun dokter spesialis pasti cuti, sehingga harus menunggu sekitar seminggu sampai mereka masuk.
Berdasarkan CT scan ternyata aku terkena stroke iskemik.
Awal tahun aku mendapat rujukan untuk ke RS, sebulan kemudian dikembalikan ke faskes pertama sebagai pasien PRB selama 4 bulan.
Kini memasuki pertengahan tahun, aku merasa sehat kembali; bisa berjalan lebih dari 90 menit, bisa naik sepeda gunung dan nyetir mobil. Kata istri yang selama ini merawatku, aku sedang menikmati bonus waktu dari Allah SWT.
Menghadapi kondisi kesehatan serius seperti stroke iskemik dan vertigo memang merupakan pengalaman yang menantang secara fisik maupun mental. Dari pengalaman saya pribadi, hidup seolah diberi kesempatan kedua—bonus waktu yang tak ternilai harganya. Saat pertama kali didiagnosis stroke iskemik, rasa takut dan ketidakpastian mengisi hari-hari saya. Namun, dengan dukungan keluarga dan tenaga medis, serta penanganan medis yang tepat seperti terapi fisioterapi dan pengobatan, saya mulai merasakan tanda-tanda pemulihan. Meskipun prosesnya tidak instan, saya belajar untuk menghargai setiap kemajuan kecil, misalnya kemampuan berjalan lebih lama, naik sepeda gunung, dan mengemudi mobil lagi. Penanganan vertigo dan kondisi lain seperti Bell's Palsy juga mengajarkan pentingnya kesabaran dan ketekunan. Selain perawatan medis, saya rutin melakukan latihan keseimbangan dan menjaga pola hidup sehat, termasuk diet yang baik dan istirahat cukup. Kesadaran bahwa hidup ini adalah anugerah memberikan kekuatan mental yang luar biasa. Saya selalu mengingat kutipan yang menginspirasi, "Ketika waktumu untuk menjalani kehidupan ini adalah bonus, bersyukurlah atas semua anugerah Tuhan." Ini menjadi motivasi saya untuk tidak menyerah dan terus berjuang. Bagi siapa pun yang sedang menghadapi tantangan kesehatan serupa, saya ingin menyampaikan bahwa pemulihan itu mungkin. Nikmatilah setiap saat dan syukuri setiap detik kesehatan yang diperoleh. Hidup tidak akan pernah terlambat atau mundur; yang terbaik adalah menjalani dharma di masa kini dan melangkah maju menuju masa depan dengan semangat positif.




































