Makin mendekat atau menjauh
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita terjebak pada pola pikir bahwa semakin banyak nikmat yang diperoleh, semakin dekat pula kita dengan kebahagiaan dan keberkahan. Namun, pengalaman pribadi dan pengamatan menunjukkan bahwa kenyataannya tidak selalu demikian. Makin kaya dan sukses bisa jadi malah menjauhkan kita dari nilai-nilai spiritual yang hakiki. Saya pernah mengalami periode di mana berbagai kemudahan dan pencapaian datang secara bertubi-tubi. Awalnya saya merasa berterima kasih dan semakin bersemangat beribadah. Namun, seiring waktu, saya menyadari ada sesuatu yang ganjil. Rasa syukur berubah menjadi rasa puas diri dan akhirnya mengurangi kedekatan saya dengan Al-Qur’an dan amalan taat. Kondisi inilah yang disebut dengan istidraj. Istidraj adalah suatu kondisi di mana seseorang diberi kemudahan dan kenikmatan, namun justru menjauhkan dirinya dari nilai-nilai spiritual atau taat kepada Tuhan. Ini adalah peringatan yang sangat penting untuk kita semua, bahwa nikmat duniawi yang terus datang bukan jaminan memperoleh keberkahan sejati. Oleh karena itu, sangat penting untuk terus memeriksa hati dan niat kita. Apakah kita menggunakan keberhasilan dan nikmat tersebut untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah dan membaca Al-Qur’an? Ataukah justru sebaliknya, kita malah menjadi lalai dan jauh dari petunjuk agama? Dari pengalaman saya, kunci agar tidak terjerembab dalam istidraj adalah menjaga kesadaran dan mengingatkan diri untuk selalu kembali kepada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Selain itu, berdiskusi dan berkumpul dengan orang-orang yang memiliki semangat taat juga sangat membantu menjaga konsistensi iman. Sebagai tambahan, jangan terlalu fokus pada ukuran keberhasilan duniawi saja, tetapi nilailah keberhasilan dengan ukuran keridhaan Allah dan kualitas spiritual. Dengan begitu, nikmat yang kita terima menjadi pintu untuk makin mendekat, bukan menjauh dari-Nya. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk selalu menjaga keimanan di tengah berbagai ujian dan nikmat dunia yang silih berganti.
























































