... Baca selengkapnyaKalau ngomongin isi laci meja sekolah estetik, menurutku kuncinya bukan cuma di pembatas laci, tapi juga di cara kita ngatur kategorinya. Setelah pakai sekat laci, aku mulai pilah barang berdasarkan fungsi supaya laci nggak cuma rapi, tapi juga enak dilihat dan gampang dicari anak.
Biasanya aku bagi isi laci meja sekolah jadi beberapa zona:
1. Zona alat tulis utama: pensil, pulpen, penghapus, tip-ex, penggaris. Semua aku taruh di satu storage memanjang, jadi pas laci dibuka langsung kelihatan.
2. Zona aksesoris kecil: jam tangan, gelang, karet rambut, pin atau badge sekolah. Ini aku simpan di storage kecil, biar nggak campur sama alat tulis dan nggak gampang nyelip.
3. Zona buku kecil & notes: sticky notes, buku catatan kecil, kartu-kartu hafalan. Cocok pakai storage ukuran sedang supaya tetap tegak dan nggak mleyot.
Biar isi laci meja sekolah kelihatan estetik, aku sengaja pilih sekat laci dengan satu warna netral, misalnya putih atau hitam, seperti di gambar 'sekat laci ukuran berbeda satu warna'. Warna yang senada bikin laci kelihatan lebih tenang dan nggak ramai, meskipun isi lacinya sebenarnya banyak.
Hal yang paling kerasa bedanya tuh sebelum dan sesudah. Sebelum diatur, laci berantakan banget; barang numpuk, susah dicari, dan kalau ditutup-buka pasti makin acak-acakan. Setelah pakai pembatas, vibe-nya kayak gambar 'AFTER': semua ada tempatnya, isi laci meja sekolah kelihatan jauh lebih estetik, dan anak juga jadi lebih rajin balikin barang ke tempat semula.
Tips kecil dari aku supaya laci tetap rapi:
- Jangan isi laci sampai penuh banget, sisakan sedikit ruang kosong.
- Ajari anak kategori simpel: "alat tulis di sini, aksesoris di sini".
- Seminggu sekali, luangin 5 menit buat cek isi laci dan sortir kertas atau barang yang sudah nggak kepakai.
Dengan cara ini, isi laci sekolah bukan cuma rapi, tapi juga estetik dan fungsional. Rasanya puas banget tiap kali buka laci: super rapi, semua tertata, dan nggak ada drama barang hilang lagi.
Lihat komentar lainnya