masih tentang malam
Malam terlalu sunyi, untuk kita yang tidak punya tempat cerita. Kalimat itu pertama kali muncul di kepala waktu aku bengong sendirian di kamar, lampu sudah diredupkan, cuma suara kipas dan jam dinding yang terdengar. Rasanya aneh, capek sama hari itu, tapi juga nggak tahu harus cerita ke siapa. Buat aku, malam sunyi itu semacam ruang rahasia. Siang hari kita bisa tertawa keras, ketemu banyak orang, update story sana-sini. Tapi pas malam datang dan semua mulai tidur, baru kerasa: ternyata ada hal-hal yang nggak pernah benar-benar kita ceritakan. Entah karena malu, takut nggak dipercaya, atau cuma merasa "ah, kayaknya cuma aku yang ngerasain ini". Di momen-momen kayak gitu, puisi jadi pelarian. Aku bukan sastrawan, cuma orang biasa yang kadang ngetik kata-kata acak di notes HP. Tapi dari sana aku sadar, sastra malam sunyi itu nggak harus rumit. Kadang cuma tiga baris pendek tentang sepi, tapi bisa bikin lega. Misalnya, nulis: malam terlalu sunyi untuk kita yang tidak punya tempat cerita Sesimpel itu. Tapi ada perasaan yang ikut keluar. Mungkin kamu juga pernah merasa malam sunyi sendiri, di kota yang bising sekalipun. Sekeliling ramai, tapi hati tetap terasa kosong. Kita scroll media sosial, lihat orang lain kayaknya hidupnya seru, tapi setelah layar dimatikan, kesepian itu datang lagi. Kalau kamu lagi ada di fase itu, boleh banget coba cara yang sama: tulis puisi malam yang sunyi versi kamu sendiri. Nggak perlu mikirin rima, nggak perlu takut jelek. Tulis aja apa yang paling jujur. Tiga kata pun nggak apa-apa. Kadang, malam cuma butuh saksi kecil dalam bentuk kata-kata. Dan kalau memang belum punya tempat bercerita ke orang lain, anggap aja kertas, notes HP, atau caption sosmed itu sebagai teman. Pelan-pelan, kamu akan nemu orang-orang yang ternyata merasakan hal yang sama. Ternyata, kita nggak benar-benar sendirian di malam yang sunyi; kita hanya belum saling menemukan. Jadi, buat kamu yang lagi ditemani malam terlalu sunyi malam ini, nggak apa-apa kalau rasanya berat. Tarik napas pelan-pelan, tulis sedikit saja, dan biarkan sepi itu punya bentuk. Siapa tahu, dari satu puisi sederhana, kamu akhirnya punya tempat baru untuk bercerita.






















































