IRT liat Review Kangkung Rp150 Ribu Pingkan Mambo
Siapa sangka sayur sederhana bisa jadi bahan perbincangan netizen? 😅
Pingkan Mambo baru-baru ini menjual kangkung dengan harga Rp150 ribu per porsi. Katanya sih rasanya beda, bumbunya mantap, dan kualitasnya premium.
Tapi… netizen punya komentar kocak sekaligus nyeleneh, Memang sih, Rp150 ribu untuk seporsi kangkung bikin geleng-geleng kepala. Tapi dari sisi marketing, Pingkan berhasil bikin orang penasaran dan rame dibahas. 🤔
👉 Jadi menurut kalian, worth it gak kangkung Rp150 ribu ini? Atau cuma gimmick biar viral aja?
Sebagai IRT yang tiap minggu urus belanja dapur, jujur pas liat harga kangkung Rp150 ribu versi Pinkan Mambo ini aku langsung mikir, “mangkanya... segini banget ya harganya?” Soalnya biasanya aku beli kangkung di pasar cuma Rp5–10 ribu satu ikat, bahkan kalau lagi murah bisa dapat dua ikat. Jadi otomatis kepo: apa yang bikin bisa semahal itu? Kalau dipikir-pikir, mungkin yang dijual bukan cuma kangkungnya, tapi "pengalaman" makan masakan selebriti. Ada biaya tempat, konsep resto, bumbu yang katanya premium, sama nama besar Pinkan Mambo. Dari sisi marketing, ini pinter banget sih. Harga dibikin nyeleneh biar orang pada heboh, terus netizen auto rame di kolom komentar. Mangkanya topik kayak gini cepet viral di mana-mana. Aku pribadi pernah beberapa kali coba makanan yang lagi viral dan harganya nggak masuk akal. Misalnya minuman kekinian yang kalau dihitung bahan dasarnya paling cuma Rp5 ribu, tapi dijual Rp30 ribu lebih. Tapi karena pengen tahu rasanya dan penasaran sama hype-nya, ya ujung-ujungnya tetap beli juga minimal sekali buat nyobain. Setelah itu baru deh bisa menilai: emang enak dan pantas mahal, atau cuma menang gimmick dan kemasan. Kalau soal kangkung Rp150 ribu ini, menurut aku ada beberapa hal yang bisa kita pertimbangkan: 1. **Rasa dan olahan** – Kalau cuma tumis kangkung biasa, ya pasti orang bandingin sama masakan rumah. Tapi kalau bumbunya unik, ada topping spesial, atau cara masaknya beda, mungkin masih bisa dimaklumi. 2. **Tempat dan suasana** – Makan di resto atau kafe, apalagi milik selebriti, pasti ada biaya sewa tempat, servis, dan ambience. Mangkanya harga suka melonjak jauh dibanding masak sendiri. 3. **Brand dan viral effect** – Saat nama besar seleb yang jualan, harga seringkali ikut "naik kelas". Ditambah lagi strategi bikin heboh di sosmed, orang makin penasaran buat coba. Sebagai IRT sih, aku tetap pilih kangkung rumahan buat konsumsi harian. Murah, bisa diolah macam-macam (tumis bawang putih, cah tauco, atau dicampur terasi), dan pasti lebih ramah di dompet. Kalau pun suatu saat ada rezeki lebih dan lagi pengen ngikutin tren, mungkin aku juga bakal sekali-kali nyobain kangkung ala Pinkan Mambo ini, lebih ke rasa penasaran dan pengalaman aja. Mangkanya, menurut aku ujung-ujungnya balik lagi ke prioritas masing-masing. Kalau kamu tipe yang suka coba makanan viral dan nggak masalah keluar duit lebih buat pengalaman, ya silakan. Tapi kalau lebih mikir hemat ala IRT, kangkung Rp150 ribu ini mungkin cukup dinikmati dari cerita netizen dan review orang lain saja. Kamu sendiri tim yang mana: tim cobain biar tahu rasanya, atau tim cukup lihat harganya sambil geleng-geleng dan bilang, "mangkanya, duit segitu mending buat belanja seminggu"?


ada2 aja gebrakan dia😭