... Baca selengkapnyaJujur ya, setelah pernah kena PHP soal pinjam‑meminjam uang sama saudara sendiri, aku jadi belajar bukan cuma soal kepercayaan, tapi juga soal cara ngomong yang halus dan sopan. Apalagi kalau kita hidup di lingkungan yang masih pakai bahasa Jawa krama, cara menyampaikan sesuatu itu penting banget, termasuk waktu mau mengembalikan atau menagih uang.
Buat teman‑teman yang lagi cari gimana sih bahasa krama mengembalikan uang, aku share beberapa contoh kalimat sederhana yang bisa dipakai sehari‑hari. Misalnya, kalau kita mau mengembalikan uang pinjaman ke orang yang lebih tua, bisa bilang:
- "Niki dhuwit nuwun sewu, kulo wangsuli utang wingi." (Ini uangnya, maaf, saya mengembalikan utang yang kemarin.)
- "Matur nuwun sanget, sampun dipun enten‑enten, niki kulo mbalekaken utangipun." (Terima kasih banyak sudah menunggu, ini saya kembalikan utangnya.)
Kalau ke teman sebaya tapi tetap pengin sopan:
- "Iki dhuwit sing wingi tak anggo utang, yo. Matur nuwun wis dipinjami."
- "Maaf yo, rada telat mbalekno, iki wis tak bayar kabeh."
Sementara kalau posisinya kita yang mau nagih tapi takut dibilang nggak enakan, bisa pakai bahasa krama alus supaya nggak terlalu menyinggung, misalnya:
- "Nuwun sewu, kulo namung nyuwun pengeling, utang wingi menawi sampun saged, sageda dipun wangsuli." (Maaf, saya hanya mengingatkan, kalau sudah memungkinkan, utang kemarin bisa dikembalikan.)
- "Menawi boten merepotaken, kulo nyuwun dipun wangsuli sekedik‑sekedik mawon." (Kalau tidak merepotkan, saya minta dikembalikan sedikit demi sedikit saja.)
Pengalamanku, cara ngomong itu ngaruh banget. Dulu aku kalau nagih suka pakai emosi karena merasa "kok kayak ngemis uang sendiri", apalagi kalau peminjam sudah pakai jurus menghilang ala Naruto. Tapi makin ke sini aku sadar: kita tetap boleh tegas, cuma dibungkus dengan kata‑kata yang sopan. Apalagi kalau hubungannya saudara atau tetangga dekat.
Tips lain dari aku:
1. Kalau mau minjemin uang, pastikan dulu kondisi keuangan sendiri aman. Jangan sampai kita yang justru kesusahan.
2. Sepakati di awal kapan uang akan dikembalikan, walaupun cuma lewat chat. Biar ada pegangan.
3. Saat mengingatkan, pakai kalimat yang halus dulu. Kalau memang sudah berkali‑kali menghindar, baru kita tegas ambil sikap.
Intinya, masalah uang itu sensitif, tapi bisa lebih ringan kalau kita punya cara komunikasi yang baik. Entah itu pakai bahasa Indonesia atau bahasa krama, yang penting saling jaga perasaan tanpa mengorbankan hak kita sendiri.