Om Swastyastu, Om Anobadrah Kratavo Yantu Visvatah
"Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru"
Saya Ni Putu Aprilda Yastari siap mengikuti Diklat Sapta Bayu XX Tahun 2025 dengan tema "Satya Dhruva Mahotama" dan bergabung menjadi bagian dari Unitas Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma Universitas Warmadewa.
Menari dan Make Up adalah Minat dan Bakat saya, Alasan saya join di pmhd unwar karena saya ingin ikut serta dalam kepanitian serta turut serta dalam acara" kesenian yg akan datang kedepannya
Om Shanti, Shanti, Shanti Om.
Guna Widya Trisula Saraswati Dharmaning Mahasisya Mahottama
WARMADEWA!
#Pmhd2025/2026
@PMHD UNWAR
Diklat Sapta Bayu merupakan salah satu kegiatan penting yang diikuti oleh mahasiswa Hindu Dharma di Universitas Warmadewa sebagai sarana pengembangan diri dan spiritual. Tema 'Satya Dhruva Mahotama' yang diangkat pada tahun 2025 ini mengandung makna yang mendalam, mengajak peserta untuk menjadi sosok yang teguh dan dapat dipercaya seperti bintang kutub (Dhruva), serta mengedepankan nilai-nilai kebenaran dan keagungan. Seperti yang diungkapkan oleh Ni Putu Aprilda Yastari, kegiatan ini tidak hanya menjadi momen pembelajaran tapi juga sebagai ajang untuk mengekspresikan minat dan bakat, khususnya di bidang menari dan make up. Keterlibatan dalam kepanitiaan dan acara seni menambah semangat dalam mengasah keterampilan serta mempererat tali persaudaraan di lingkungan kampus. Menari sebagai seni tradisional Bali merupakan sarana penting dalam melestarikan budaya dan menjadi media ekspresi yang penuh estetika dan makna spiritual. Begitu pula make up, yang tidak hanya mempercantik tetapi juga menjadi bagian penting dalam penampilan para penari dan pelaku seni di berbagai acara. Minat dalam menari dan make up memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkaya pengalaman. Bergabung dengan Unitas Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa juga membuka jaringan pertemanan dan kolaborasi dalam mengorganisasi acara berbau kebudayaan dan keagamaan yang rutin dilaksanakan. Semangat kebersamaan, solidaritas, dan dedikasi dalam organisasi ini membantu mahasiswa untuk tumbuh tidak hanya dalam aspek akademik tapi juga soft skill seperti kepemimpinan dan pengelolaan kegiatan. Kegiatan seperti Diklat Sapta Bayu juga dapat memperkuat jati diri dan pemahaman akan nilai-nilai Hindu Dharma, serta meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab sosial dan budaya. Oleh karena itu, partisipasi aktif dan pengembangan diri melalui seni dan keterlibatan organisasi menjadi bekal tak ternilai bagi mahasiswa. Secara keseluruhan, perjalanan seorang Ni Putu Aprilda Yastari dalam mempersiapkan diri mengikuti Diklat Sapta Bayu XX Tahun 2025 di Universitas Warmadewa adalah contoh apik bagaimana minat personal bisa bersinergi dengan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan. Hal ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus menggali potensi diri sambil menjaga dan melestarikan budaya serta tradisi yang luhur.






























