Sebagai anak kos, pasti sering banget galau: masak sendiri atau beli makan di luar?
Kadang pengen hemat, tapi males ribet. Kadang pengen praktis, tapi dompet langsung tipis🤣
Ini aku coba bikin perhitungan kalo masak sendiri, ternyata lumayan hemat! Dan juga kalo masak sendiri pasti ada rasa puas kalau makan hasil masakan sendiri, meski cuma telur ceplok sama tumis kangkung. 🌿🍳
Tapi yaa, kalau lagi hectic tugas atau mager maksimal… ujung-ujungnya warteg tetap jadi penyelamat setia. 🙈
👉 Kalau kamu, lebih sering tim masak atau tim beli makan di luar?
... Baca selengkapnyaSebagai anak kos, aku awalnya cuma iseng hitung-hitungan: masak sendiri seminggu bisa habis berapa, dan kalau beli terus di luar habis berapa. Ternyata kebiasaan ngitung kayak gini kepake banget juga buat kalian yang lagi siap-siap nikah atau mau bikin acara di rumah dan kepikiran, "Mending masak sendiri aja nggak sih?"
Konsepnya mirip kok, cuma skalanya diperbesar. Waktu aku bandingin biaya masak sendiri vs beli makan di luar, aku pakai patokan: beras, telur, sayur, lauk pauk, bumbu, minyak, plus gas/listrik. Totalnya sekitar Rp195.000/minggu buat porsi anak kost, sedangkan kalau beli di luar dengan rata-rata Rp15.000/porsi bisa tembus Rp315.000/minggu. Selisih Rp120.000/minggu lumayan banget kan.
Nah, buat yang kepo rincian biaya masak sendiri untuk pernikahan, kurang lebih caranya sama, cuma kalian tinggal kalikan sesuai jumlah tamu. Misalnya kamu mau hitung biaya masak sendiri untuk 500 orang. Biasanya orang pakai patokan 1 porsi per orang, tapi realitanya bisa disesuaikan (ada yang pakai 0,8 porsi per orang kalau menunya banyak). Tinggal tentukan dulu menu: misalnya nasi putih, ayam, sayur, sambal, kerupuk, minum. Setelah itu, hitung kebutuhan beras, lauk, dan lain-lain per porsi, lalu dikalikan 500.
Contohnya: kalau 1 kg beras cukup untuk sekitar 10–12 porsi, berarti untuk 500 orang kamu butuh kira-kira 45–50 kg beras. Lalu, misalnya ayam 1 ekor bisa dibagi 10 potong, untuk 500 porsi berarti kamu butuh sekitar 50 ekor ayam. Dari sini kamu bisa cek harga beras, ayam, sayur, bumbu, minyak, dan gas di daerahmu, lalu dijumlahkan. Prinsipnya persis sama kayak aku ngitung belanja mingguan sebagai anak kos, cuma angkanya lebih besar dan butuh manajemen yang lebih rapi.
Kalau mau lebih niat lagi, kamu bisa bikin dua skenario: biaya masak sendiri untuk 500 orang dan biaya masak sendiri untuk 800 orang. Dengan begitu, kamu bisa lihat perbedaannya dan nentuin mana yang paling cocok dengan budget keluarga. Biasanya kalau jumlah porsi makin besar, harga beberapa bahan bisa lebih murah kalau beli grosir, jadi per porsi-nya malah lebih hemat.
Tapi sama seperti anak kos yang sering dilema antara masak sendiri atau beli di luar, untuk acara besar seperti pernikahan juga ada "biaya tak terlihat" yang perlu dipikirin: tenaga, waktu, dan repotnya koordinasi. Masak sendiri mungkin lebih hemat di kertas, tapi kamu harus siap urus belanja, dapur, tenaga masak, dan bersih-bersih. Kalau keluarga besar dan banyak yang bisa bantu, masak sendiri bisa jadi momen seru. Tapi kalau semua serba terbatas, kadang bayar catering itu bentuk "beli waktu dan tenaga".
Dari pengalamanku sebagai anak kos, aku belajar kalau nggak ada jawaban mutlak. Kuncinya adalah tahu dulu rincian biaya masak sendiri, baru bandingkan dengan beli di luar atau catering. Setelah itu, sesuaikan dengan kondisi tenaga, waktu, dan support system kamu. Mau untuk makan harian anak kost atau untuk pernikahan 500–800 orang, logikanya sama: hitung dulu, baru ambil keputusan yang paling bikin kamu tenang dan dompet tetap aman.
klo ak kmrin ngekos, lebih murah belj kak.. soalny disekitar kos ada warung nasi 10k🤩