karena selama aku masih bisa beraktivitas di rumah Insyaa Alloh Alloh tunjuk kan jalan nya ...
mulai dari teman teman Makai perhiasan emas .. aku pakai perhiasan titanium ..
teman teman belanja nya lebih dari 100rb ..
aku cukup Belanja Dari kebon . Manen hasil kebun kecil Ki di rumah ...
Teman teman Makan nya yang grebfood dan juga Makanan memawah ...
aku makan seadanya dengan apa yang telah aku panen dari kebun kecil ku dan juga dari Hasil Kebun ku .. entah apa itu ..
seperti daun singkong ,pepaya ,daun pepaya ,buah ceme , atau pun bunga pepaya ,bayam , dan sebagai nya .. Tapi aku gak merasa minder atau malau . justru Aku bersyukur sekali Alloh masih ngasih aku kesempatan buat ngerasain Masakan Hasil Kebun nya sendiri ... Alhamdulillah tapi aku #gakmalu#Lemon8#Hiduphemat#hidupsederhana
5/3 Diedit ke
... Baca selengkapnyaPengalaman hidup hemat dan sederhana memang sangat berarti, terutama bagi yang berpenghasilan minim seperti 50 ribu perminggu. Saya sendiri pernah berada di posisi dimana pendapatan pas-pasan, tapi justru dari situ saya belajar banyak hal tentang mensyukuri apa yang dimiliki.
Manfaat memiliki kebun kecil di rumah sungguh luar biasa. Hasil panen seperti daun singkong, pepaya, bunga pepaya, dan bayam dapat menjadi sumber makanan bergizi yang sehat dan murah. Tidak perlu selalu bergantung pada makanan dari luar atau paket aplikasi seperti GrabFood yang relatif lebih mahal.
Menggunakan perhiasan titanium sebagai pengganti emas atau perhiasan mahal juga menjadi pilihan yang bijak untuk tetap tampil percaya diri tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Hal ini menunjukkan bahwa gaya hidup hemat tidak mengurangi rasa percaya diri dan kebahagiaan dalam menjalani hidup.
Saya juga percaya bahwa rasa syukur merupakan kunci utama dari kebahagiaan. Dengan tetap bersyukur dan memanfaatkan potensi yang ada seperti kebun sendiri, kita bukan hanya menghemat uang tetapi juga mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.
Selain itu, hidup hemat dengan memanfaatkan hasil kebun juga berkontribusi pada gaya hidup ramah lingkungan. Kita mengurangi limbah dan penggunaan bahan kimia dari produk pertanian massal. Hal-hal sederhana seperti ini menunjukan bahwa dengan penghasilan minim sekalipun, kita bisa tetap hidup bermartabat dan bahagia.
Ke depannya, saya berharap lebih banyak orang yang bisa mencontoh cara hidup hemat dan sederhana ini. Tidak perlu merasa malu dengan penghasilan, karena setiap usaha dan kerja keras tentu ada hasil dan hikmahnya. Selalu ingat, bukan seberapa besar gaji kita, tapi bagaimana kita mengelola dan mensyukurinya.