FREEDIVE TAKUT HABIS NAFAS
Pertama kalinya aku takut dibawah air.. Biasanya tipe badan positif susah banget nyentuh dasar kolam, beda sama tipe badan negatif. Kemarin aku pake weight belt 2 kilo dan pertama kalinya badanku nyentuh lantai, jujur takut susah naik keatas, takut abis napas 😂🫶
fyi buat yang ga tau, freedive itu gak pake oksigen kalo ke laut, kalo yang pake oksigen itu scuba dive.
Saat mencoba freediving untuk pertama kalinya, hal yang paling menantang bagiku adalah mengatur napas dan menghadapi rasa takut di bawah air. Freediving memang berbeda dengan scuba dive karena tidak menggunakan alat bantu oksigen, sehingga kita harus bisa mengatur napas dengan baik agar tidak panik. Salah satu teknik penting yang aku pelajari adalah cara membuang napas dengan lambat dan terkontrol saat mulai naik ke permukaan. Pada tahap awal, pembuangan napas yang tepat sangat membantu menghindari risiko hiperventilasi dan membuat tubuh lebih rileks. Aku juga menggunakan weight belt 2 kilo yang membuat tubuhku jadi lebih mudah turun dan menyentuh dasar kolam, walaupun awalnya sempat takut tidak bisa naik kembali karena badan terasa berat. Rasa takut seperti takut gelap dan takut terjebak di bawah air sebenarnya hal yang wajar dialami pemula. Namun, pengalaman ini justru membuka kesadaran bahwa freediving bukan hanya menikmati pemandangan bawah laut, tapi juga mengenal batas fisik dan mental diri sendiri. Dengan latihan rutin dan teknik pernapasan yang benar, rasa takut ini perlahan bisa dikendalikan dan digantikan dengan rasa percaya diri. Bagi kamu yang ingin mencoba freediving, penting untuk mulai dengan pelatihan dasar dari instruktur berpengalaman dan selalu lakukan pendampingan saat latihan di kolam atau laut. Ini akan meminimalkan risiko kecelakaan dan membuat pengalaman menyelam menjadi lebih menyenangkan dan berkesan.





























































