TEKNOLOGI DAN SENI PAHAT KUNO TERTIMBUN 1000 TAHUN
Teknologi irigasi dan seni pahat kuno tertimbun lebih dari 1000 tahun di tanah Jogjakarta..
📍Candi Kedulan,
Tirtomartani, Sleman, Jogjakarta
HTM : Free
credits for all instruments :
@chantressseba
kidung aksama- cindy purbawati
#candikedulan #travelling #jogja #wonderfulindonesia #sejarah /Candi Kedulan
Kalau kamu lagi nyari contoh barang kuno yang punya nilai seni dan sejarah, Candi Kedulan di Sleman, Jogjakarta ini bener-bener masuk kategori itu. Di sini bukan cuma ada bangunan candi, tapi juga sistem teknologi irigasi kuno dan seni pahat batu yang halus banget, yang sudah tertimbun ratusan bahkan lebih dari 1000 tahun lamanya. Begitu sampai di Candi Kedulan, suasananya langsung beda. Lokasinya agak tersembunyi dari keramaian, sekitar 40 menit dari pusat Yogyakarta. Sekilas, bentuknya mengingatkan pada Candi Sambisari, tapi kalau kamu amati detailnya, Kedulan punya kisah sendiri. Relief, arca, dan antefiks di puncak candi penuh motif floral dan purnakalasa yang rumit. Di sinilah kerasa banget nilai seni pahat kuno: detailnya halus, komposisinya rapi, dan setiap ukiran seolah punya makna simbolis. Dari sisi sejarah, Candi Kedulan jadi salah satu bukti kebesaran Mataram Kuno. Jejak abad ke-9 masih terekam lewat arca-arca seperti Ganesha, Durga Mahisasuramardini, Mahakala, dan Nandiswara yang "berjaga" dalam keheningan. Arca-arca ini sendiri bisa dibilang barang kuno bernilai tinggi: bukan hanya karena umurnya yang sudah lebih dari seribu tahun, tapi juga karena peran religius dan budayanya saat itu. Yang bikin makin menarik, candi ini dulunya tertimbun material vulkanik Merapi dan baru mulai digali tahun 1993. Ada temuan kepingan emas bertuliskan "Om Hyang" yang seolah jadi pesan bahwa para leluhur "pernah ada". Buat aku pribadi, momen berdiri di depan sisa-sisa peradaban seperti ini bikin merinding halus; rasanya seperti membaca TTS hidup tentang sejarah dan seni, di mana setiap batu dan ukiran adalah potongan jawabannya. Nilai seninya nggak cuma di arca dan relief, tapi juga di konstruksi bangunannya: benteng luar dari batu kapur, bagian dalam dari andesit yang kokoh, dan konon 90% struktur aslinya masih utuh. Tanah yang menguburnya justru jadi penjaga terbaik, sehingga kita bisa melihat bentuk candi yang relatif lengkap sekarang. Selain itu, sistem irigasi kuno di sekitar Kedulan juga menarik. Konon, mata air dan sungai bawah tanah mengalir di sekitarnya, menghidupi sawah-sawah dan menopang kehidupan candi. Di masa lalu, air ini bahkan dipercaya sebagai "air keabadian" atau Amertha. Buat kamu yang suka sejarah teknologi, bagian irigasi ini menunjukkan bahwa peradaban masa lalu nggak cuma hebat dalam seni dan ritual, tapi juga cerdas dalam mengelola sumber daya alam. Jadi, kalau lagi mengerjakan soal tentang "barang kuno yang memiliki nilai seni dan sejarah" atau sekadar pengen melihat langsung warisan budaya yang hidup, Candi Kedulan adalah contoh nyata: perpaduan antara seni pahat kuno, arsitektur candi, sistem irigasi, dan kisah peradaban Mataram Kuno yang tertitip sunyi di Yogyakarta, Indonesia.

























candi ini adalah ter masuk sejarah bangsa Indonesia yg tidak di miliki negara tetangga untuk menambah sejarah anak bangsa