Sekilas #infoblitar - Warga Blitar melaporkan dugaan aksi gendam atau hipnotis yang terjadi di sebuah apotek di wilayah Kota Blitar pada 10 Desember 2025. Kejadian bermula saat dua pria datang menggunakan sepeda motor dan meminta menukarkan uang koin senilai Rp2,4 juta, namun enggan masuk ke dalam apotek dan tetap berada di luar.
Setelah koin dihitung, karyawan mengambil uang tunai dari ATM terdekat dan sempat diikuti salah satu pelaku. Usai keduanya pergi, uang yang tersisa diketahui hanya Rp613 ribu. Dua hari kemudian, pria yang diduga satu komplotan kembali datang dan mencoba masuk ke apotek, bahkan keesokan harinya ada upaya penukaran koin ulang yang langsung ditolak. Korban berharap kejadian ini menjadi peringatan agar tidak ada korban lainnya dengan modus yang sama.
Sebagai warga yang pernah mendengar atau mengalami kejadian serupa di Blitar, saya menyarankan agar pemilik apotek dan toko lainnya selalu berhati-hati saat menerima transaksi uang koin dalam jumlah besar. Modus yang melibatkan dua pelaku dengan ciri-ciri khusus seperti yang dilaporkan—satu bertubuh tinggi kurus dan satu memakai hoodie—perlu diwaspadai. Biasanya, mereka menggunakan teknik hipnotis atau gendam untuk mengalihkan perhatian karyawan sehingga uang tunai bisa berkurang tanpa disadari. Dalam pengalaman saya, mengandalkan sistem pengawasan CCTV dan pelatihan karyawan tentang modus penipuan semacam ini sangat membantu mencegah kerugian. Jika ada pelanggan yang meminta menukarkan uang koin sambil menunggu di luar, sebaiknya karyawan mengajak diskusi lebih lanjut dan tidak langsung memenuhi permintaan tanpa pendampingan. Kunci penting lainnya adalah mencatat detil kendaraan dan ciri-ciri pelaku jika memungkinkan, serta segera melaporkan ke pihak berwajib bila terjadi kecurigaan. Selain itu, saya juga merekomendasikan agar apotek menyediakan sistem penghitungan uang yang transparan dan menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di tempat yang aman. Saat berjaga-jaga dengan pelanggan, menjaga komunikasi antar staf juga sangat membantu meminimalkan risiko kehilangan uang akibat penipuan. Semoga kejadian di apotek Blitar ini menjadi pelajaran berharga dan meningkatkan kewaspadaan kita semua terhadap penipuan dengan modus gendam dan hipnotis.



























































