Sekilas #infoblitar - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Kademangan, Kab. Blitar, pada Selasa pagi (21/4), yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Insiden ini melibatkan sebuah mobil Isuzu Elf yang mengangkut pelajar dengan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai perempuan warga Wonotirto. Berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat Elf melaju dari selatan ke utara dan mendapati sepeda motor di depannya tiba-tiba berhenti di tengah jalan untuk berbelok ke kanan. Diduga kaget, sopir Elf membanting setir ke kanan hingga bertabrakan dengan motor korban yang datang dari arah berlawanan. Kasus kecelakaan ini telah ditangani oleh pihak kepolisian.
4/22 Diedit ke
... Baca selengkapnyaSebagai warga yang sering lewat jalur Kademangan–Wonotirto, aku cukup kaget waktu dengar ada kecelakaan antara motor dan Elf sampai menelan korban jiwa. Jalur ini memang ramai, banyak dilalui mobil Isuzu Elf yang angkut pelajar maupun rombongan kerja, plus motor warga yang berangkat sekolah atau kerja. Kombinasi lalu lintas padat dan pengendara yang buru-buru memang bikin risiko laka makin besar.
Dari kejadian motor vs Elf ini, aku jadi lebih memperhatikan beberapa hal. Pertama soal posisi dan jarak aman. Elf itu ukurannya besar, sudut pandangnya beda dengan mobil kecil. Waktu kita naik motor, usahakan jangan terlalu dekat di depan Elf, apalagi tiba-tiba berhenti di tengah jalan untuk belok kanan. Kalau mau belok, lebih baik pelan-pelan geser ke sisi kanan dengan lampu sein sudah dinyalakan jauh sebelum titik belok, jadi sopir Elf punya waktu bereaksi.
Buat sopir Elf juga, menurutku penting banget jaga kecepatan, terutama di jalur yang banyak motor seperti di Kademangan. Mobil Elf yang mengangkut pelajar biasanya sudah punya rute tetap, jadi sebenarnya bisa lebih antisipatif. Jangan cuma mengandalkan klakson, tapi juga jaga jarak dan siap ngerem kalau ada motor di depan tiba-tiba mengurangi kecepatan. Sistem pengereman Elf yang membawa banyak penumpang pasti beda rasanya dibanding mobil pribadi, jadi butuh ruang pengereman lebih panjang.
Aku pribadi, setiap kali ketemu Elf atau kendaraan besar lain di jalan, selalu berusaha nggak berada di titik buta mereka. Biasanya di samping kiri atau tepat di belakang dan depan dekat sekali itu rawan. Kalau mau mendahului Elf, aku pastikan jalan benar-benar kosong dan jangan ragu kasih sinyal jelas. Kalau ragu ya mending sabar di belakang, daripada maksa lalu malah terjadi tabrakan.
Khusus di persimpangan yang nggak ada lampu merah, seperti beberapa titik di Kademangan, aku sekarang lebih disiplin berhenti dulu, tengok kanan kiri, lalu maju pelan-pelan. Walaupun kita merasa sudah menyalakan sein dan punya hak jalan, tetap saja lebih aman kalau kita yang ekstra hati-hati. Kadang sopir Elf atau kendaraan lain juga kaget kalau ada motor tiba-tiba belok di tengah jalur.
Buat yang sering antar jemput anak sekolah pakai Elf atau motor, menurutku penting juga ngobrol kecil soal etika berkendara. Misalnya ajari anak pakai helm SNI yang dikunci, nggak main HP di atas motor, serta nggak bercanda berlebihan di dalam Elf yang bisa ganggu konsentrasi sopir. Hal-hal sepele seperti ini sering diabaikan, padahal bisa mengurangi risiko laka.
Melihat ilustrasi AI tentang mobil Isuzu Elf putih dan sepeda motor yang tergeletak di jalan dengan teks satu pengendara meninggal dunia, aku jadi makin merasa kalau keselamatan di jalan bukan cuma tanggung jawab satu pihak. Baik motor maupun Elf, sama-sama harus saling menghargai ruang dan kecepatan di jalan. Semoga dengan berbagi pengalaman dan pelajaran dari kasus di Kademangan ini, kita semua bisa lebih waspada dan nggak menyepelekan aturan lalu lintas lagi.