inijabar.com, Kota Bekasi- Mencuatnya dugaan penyalahgunaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp308 miliar di lingkungan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, yang ramai diberitakan sejumlah media mendapat sorotan banyak pihak termasuk aktifis mahasiswa.
Salah satunya aktivis muda dari Pergerakan Mahasiswa Daerah, Ade Maarif Alfarizi menyatakan pengelolaan keuangan daerah dibawah kepemimpinan Tri Adhianto carut marut.
Puluhan paket proyek gagal lelang tahun anggaran 2025 justru kembali ditenderkan pada awal 2026 tanpa mekanisme pengesahan SiLPA melalui DPRD merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele.
Baca Selengkapnya;
https://www.inijabar.com/2026/05/sebelum-berangkat-haji-tri-diminta.html





























































