Kondisi Makam Papiku menjelang Bulan Puasa

Hi Lemonades mau cerita nih🥹

Kemarin dapat kabar keluarga dirumah kalau maesan makam papiku kondisinya kurang baik. Jujur bingung mau gimana karna mau bikinin maesan baru uangnya masih kepake.

Tapi alhamdulillah ada kenalan keluarga yang bisa bikin maesan dan memperbolehkan aku bayar saat THR Alhamdulillah.

Ini adalah salah satu wishlistku bisa buatin maesan Papi lebih Indah dengan hasil kerjaku

Sekarang masih dalam tahap proses pengerjaan doain hasilnya bagus dan lancar prosesnya ya guys🩷

#RamadhanGuide #NyataDanBermanfaat

2/6 Diedit ke

... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali lihat foto maesan kuburan papi yang miring dan tulisannya mulai pudar, rasanya campur aduk. Di satu sisi sedih, tapi di sisi lain jadi keinget kalau merapikan makam orang tua juga termasuk bentuk bakti kita. Dari situ aku mulai cari-cari info soal maesan kuburan yang awet dan pantas, apalagi menjelang bulan Ramadhan. Hal pertama yang aku pelajari adalah jenis bahan maesan. Banyak orang sekarang pakai kuburan keramik putih karena kelihatan rapi, bersih, dan mudah dibersihkan. Tapi aku juga sempat mempertimbangkan batu alam polos, karena kelihatan lebih sederhana dan nggak terlalu mencolok. Akhirnya aku diskusi sama keluarga, kira-kira mana yang paling cocok dengan karakter papi dan tradisi di keluarga kami. Selain bahan, tulisan maesan juga penting banget. Aku cari referensi tulisan maesan dari internet dan tanya ke orang yang lebih paham di kampung. Biasanya minimal ada nama lengkap, tanggal lahir, tanggal wafat, dan kadang ditambah kalimat doa singkat seperti "Allahummaghfirlahu" atau "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un". Aku pengin tulisannya jelas terbaca tapi tetap sederhana, nggak berlebihan. Proses milih desain juga lumayan bikin mikir. Ada yang modelnya tinggi, ada yang pendek dan datar. Karena makam papi di area yang cukup rimbun dan tanahnya agak miring, aku pilih model maesan yang nggak terlalu tinggi supaya lebih aman dan nggak gampang roboh. Tukang maesan juga kasih saran soal pondasi supaya maesan nggak cepat miring seperti sebelumnya. Soal biaya, jujur ini bagian yang bikin aku paling pusing. Maesan kuburan, apalagi kalau pakai keramik putih dan ukiran rapi, harganya lumayan. Aku sempat bandingkan beberapa tukang maesan, tanya harga, bahan, sama lama pengerjaan. Dari situ aku belajar kalau nggak perlu malu untuk nego baik-baik dan jujur soal kondisi keuangan kita. Alhamdulillah aku ketemu kenalan keluarga yang bisa bantu dan memperbolehkan aku bayar setelah THR turun. Buat yang lagi mikir mau perbaiki atau bikin maesan baru, menurutku boleh banget pelan-pelan. Nggak harus langsung mewah, yang penting layak, rapi, dan bisa jadi tempat kita ziarah dengan tenang. Jangan lupa juga cek aturan di pemakaman setempat, karena ada yang nggak mengizinkan model tertentu atau bahan tertentu. Sekarang setiap lihat foto progres maesan papi, aku merasa lebih lega. Rasanya kayak satu per satu wishlist untuk papi pelan-pelan terpenuhi dari hasil kerja sendiri. Semoga nanti kalau Ramadhan tiba dan bisa ziarah, makamnya sudah lebih tertata dan enak dipandang. Kalau kamu punya pengalaman atau tips soal pemilihan maesan kuburan, bahan, atau tulisan nisan yang bagus dan sopan, boleh banget sharing. Biar kita sama-sama belajar menghormati orang tua yang sudah lebih dulu pergi dengan cara yang terbaik.

5 komentar

Gambar ealist
ealist

maesan itu batu nisan ya?

Lihat lainnya(1)
Gambar Desinta Sintia24
Desinta Sintia24

salam kenal ka🥰 bantu suport follow nya kak😂 aku dah follow kakak