cerita with kakak
Perbedaan anak kalau dikasih pertanyaan tentang perasaan disekolah sama apa isi pelajaran.
Anak terlihat lebih antusias waktu lagi cerita pengalaman bermain nya ketimbang isi pelajaran. Belum apa" Uda langsung dijawab gatau.
Jadi kalau mau anak cerita panjang lebar, sebebas dia. sebisa mungkin buat nyaman cerita nya dulu. Ambil perasaan nyaman nya. Kayak bukan Lagi dikritik tapi dibikin jadi kayak oh ini ternyata tempat ternyaman aku cerita.
Sebagai orang tua atau kakak, saya menyadari betapa pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung agar anak merasa nyaman untuk bercerita. Saya pernah mencoba mengajukan pertanyaan langsung tentang pelajaran di sekolah, tapi seringkali anak saya hanya menjawab dengan singkat atau bahkan berkata tidak tahu. Namun, ketika saya mengajaknya ngobrol bebas tentang hal-hal yang dia sukai, seperti pengalaman bermain bersama teman-temannya, dia jadi lebih terbuka dan antusias. Menurut pengalaman saya, anak-anak lebih menyukai percakapan yang terasa santai dan tidak seperti diinterogasi. Dengan membiarkan mereka bercerita tanpa tekanan, mereka merasa tempat cerita itu adalah zona nyaman, bukan area kritik. Saya juga memperhatikan pentingnya mendengarkan dengan penuh perhatian tanpa langsung mengoreksi atau membandingkan cerita mereka. Selain itu, menggunakan pertanyaan yang mengundang rasa ingin tahu daripada pertanyaan yang membutuhkan jawaban benar atau salah sangat membantu. Misalnya, mengganti "Apa pelajaran hari ini?" menjadi "Apa bagian paling menyenangkan dari sekolah hari ini?" atau "Ceritakan apa yang kamu lakukan saat bermain tadi." Hal ini membuat anak merasa dihargai dan terlibat secara emosional. Pengalaman berbincang dengan kakak bisa mempererat hubungan juga. Dalam keluarga kami, kakak selalu menjadi tempat curhat yang aman bagi adik-adiknya. Memang benar, ternyata anak tidak suka pertanyaan formal dan lebih suka bincang-bincang yang hangat dengan kakak. Jadi, saya sangat menyarankan untuk selalu menciptakan suasana yang nyaman dan penuh kasih saat mengajak anak berbicara. Hal ini bukan hanya membuat anak lebih terbuka, tapi juga membantu kita mengenal sisi lain dari anak yang mungkin tidak muncul saat pembicaraan resmi. Intinya, jadikan waktu bercerita sebagai momen berharga yang menyenangkan bagi anak dan keluarga.





































