BEGINI AKIBAT FOMO YANG BISA BIKIN DOSA JARIYAH
assalamualaikum Lemonies #RisingStarRamadhan
#CeritaLebaran PASCA LEBARAN BEGINI AKIBAT FOMO YANG BISA BIKIN DOSA JARIYAH?
#ReligiBatch3 "Hidup yang penuh makna bukanlah soal mengikuti setiap tren atau memiliki apa yang dimiliki orang lain.
#MomenBerharga Islam mengingatkan kita untuk menjadikan keimanan sebagai landasan, bersyukur dengan nikmat yang ada, dan bertindak dengan penuh tanggung jawab karena setiap perbuatan kita tidak hanya memengaruhi diri sendiri, tetapi juga orang lain bahkan hingga akhirat,
Hadits Pendek:
"Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat."
(HR. Bukhari & Muslim)
Atau Ayat Pendek:
"Katakanlah: 'Dia-lah Allah, yang Maha Esa.'"
(QS. Al-Ikhlas: 1)
#TipsLemon8 Kesimpulan Ajaran Islam:
FOMO yang menyebabkan perbuatan salah bisa jadi dosa jariyah yang terus berdampak selama akibatnya ada. Islam mengajarkan untuk menjauhi hal itu, bersyukur dengan apa yang dimiliki, dan selalu mengutamakan ridha Allah ketimbang mengikuti tren duniawi.
Semoga kita selalu diberi hidayah untuk memilih jalan yang benar
Setelah Lebaran, tak jarang kita dihadapkan pada fenomena FOMO atau Fear of Missing Out, yakni ketakutan tertinggal tren atau aktivitas yang sedang populer. Dalam konteks Islam, FOMO bisa berbahaya karena bisa membuat seseorang melakukan perbuatan yang salah dan menimbulkan dosa jariyah — yaitu dosa yang akibatnya terus mengalir meskipun pelaku telah berhenti. Saya pernah mengalami sendiri perasaan ingin mengikuti tren yang kurang baik, misalnya saat sebagian orang menyebarkan konten negatif atau gosip tanpa menyadari dampak jangka panjangnya. Akibatnya, ada rasa bersalah yang sulit dihilangkan karena sadar bahwa perbuatan itu tidak hanya merugikan diri sendiri tapi juga orang lain dan bahkan memengaruhi hubungan sosial. Menurut penjelasan yang saya pahami, dosa jariyah akibat FOMO bisa berpengaruh ke diri sendiri, seperti menumpuk dosa yang tak kunjung berhenti selama dampaknya masih menyebar. Misalnya, menyebarkan informasi yang salah atau fitnah yang kemudian diikuti banyak orang. Dari sisi sosial, ini bisa menimbulkan keretakan hubungan dan suasana yang tidak harmonis karena munculnya ghibah dan fitnah yang meluas. Di dunia digital sekarang, fenomena ini makin nyata. Banyak orang mudah tergoda ikut tren tanpa mencermati apakah hal itu baik atau buruk. Oleh sebab itu, saya pribadi belajar untuk lebih waspada dan menguatkan keimanan supaya tidak gampang terjebak FOMO. Bersyukur dengan apa yang dimiliki dan selalu mengutamakan ridha Allah jadi bekal utama agar hati tidak gelisah dan terhindar dari dosa yang berkepanjangan. Solusi terbaik yang saya jalankan adalah selalu evaluasi niat sebelum melakukan sesuatu, mengingat hadits yang mengatakan bahwa amal tergantung pada niatnya. Bila sudah terlanjur salah, segera bertaubat dan berusaha memperbaiki dampak buruknya, misalnya dengan menyebarkan kebenaran dan ajakan untuk berhenti menyebarkan hal negatif. Intinya, hidup tidak perlu ikut-ikutan tren duniawi demi merasa eksis, tapi utamakan hidup yang penuh makna berdasarkan ajaran Islam. Dengan begitu, kita bisa terhindar dari dosa jariyah yang melekat pasca Lebaran dan mendapatkan kebahagiaan sejati di dunia serta akhirat.






traumanya kak🥰