Setelah 10 tahun. Akhirnya cinta rahasiaku terbalas... tapi...
TERLAMBAT... Aku sudah…
Part 1
"P-permisi," sapaku sedikit terbata.
Mataku terpaku pada lelaki berwajah tampan dan manis itu, aku berusaha sekuat tenaga menahan senyum yang ingin sekali mengembang.
Meski sudah tahu jawabannya dari tulisan di kertas yang dipegangnya, aku tetap bertanya, "Benar di sini tempat kumpul penginapan OMSI?".
Sebenarnya, aku hanya ingin menyapanya.
Ia tersenyum sambil mengangkat kertasnya, lalu bertanya apakah aku peserta penginapan mereka. Aku mengangguk. D ad aku bergetar hebat. Senyum sopannya itu terasa begitu menyihirku.
Setelah ia mengarahkanku masuk, aku berjalan melewatinya, sejenak kupejamkan mataku menikmati aroma parfum maskulinnya. Rasanya ingin kuhentikan langkahku untuk lebih lama menc i um aroma parfumnya itu.
"Shira, ya?" sapa seorang kakak tingkat setelah aku masuk.
Aku terkejut, bagaimana dia bisa tahu namaku? Dia menunjuk papan nama besar di d a daku.
"Astaga! Aku lupa melepasnya," gumamku sambil menepuk jidat.
Kakak itu terkekeh, lalu memperkenalkan diri dan menyalamiku. Namanya Vida.
Setelah duduk, aku menoleh ke luar, melihat Juan masih berdiri dengan kertas di tangannya.
Dalam hati, aku bertanya-tanya, “siapa ya namanya?”
Tak lama kemudian, semua peserta berkumpul. Kak Vida memperkenalkan diri secara resmi, lalu menjelaskan apa yang akan kita lakukan berikutnya.
“Nanti untuk penginapan putri, saya yang akan tunjukkan. Dan untuk yang putra, Kak Juan yang akan memandu kalian. Kak Juan!”
Kak Vida memanggil lelaki tadi.
"Ah, jadi namanya Juan?" batinku, tersenyum melihat Kak Juan berjalan masuk.
Langkahnya tegap dan berwibawa. Kak Vida mengenalkannya sebagai ketua OMSI. Aku mendengar bisik-bisik para mahasiswi lain yang memuji ketampanan Juan. Hatiku terasa sedikit perih.
Memang, dia sangat populer. Terbukti saat sampai di penginapan putri, semua mahasiswi terang-terangan membicarakan kekaguman mereka padanya. Aku hanya bisa diam, berpura-pura tidak peduli, meskipun jauh di lubuk hati, aku merasa tidak nyaman. Dia bagaikan bintang di langit yang dikagumi banyak orang.
Malam itu, aku sulit tid ur. Suara lembut dan senyum manisnya terngiang, aroma parfumnya seolah masih terci um. Namun, di sisi lain, aku merasa sedih dan kecewa. Dia terlalu tinggi dan jauh untuk diraih. Perasaan suka dan sedih bercampur aduk, membuat hatiku terus bergejolak.
***
Setelah Ospek, aku memulai kuliah di jurusan Sastra Indonesia. Beruntung, aku bisa masuk ke universitas favorit ini hanya dengan nilai terbaik di SMA. Pada hari pertama, aku dan teman sebangkuku, Farida, langsung ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas presentasi.
Perpustakaan kampus ini begitu menakjubkan dengan koleksi buku yang rapi. Aku langsung menuju rak novel sastra dan menemukan buku yang sudah lama kucari, Hujan Bulan Juni. Sayangnya, buku itu terlalu tinggi untukku.
Namun aku tetap mencoba meraihnya, tapi sebuah tangan laki-laki mendahului. Jantungku berhenti berdetak. Aroma itu, aroma parfum Kak Juan.
Aku menoleh, memastikan dugaanku.
Dan benar, itu Kak Juan, berdiri di sana sambil tersenyum cerah melihat buku di tangannya.
Aku terdiam, terpesona oleh senyum manisnya.
“Apa dia mengambilkannya untukku?” gumamku dalam hati yang tiba-tiba berbunga-bunga ini.
Bersambung...
Judul: Asmara Rahasya
Penulis: Mufi_Oren
selengkapnya di Aplikasi KBM
Cerita yang disampaikan dalam "Asmara Rahasia" membawa kita masuk ke dunia asmara mahasiswa yang penuh haru dan rasa yang mendalam. Setelah 10 tahun menyimpan cinta rahasia, momen pertemuan kembali antara Shira dan Juan menjadi pusat perhatian yang sarat emosi. Dalam kisah ini, aroma parfum Kak Juan menjadi simbol kuat yang menggugah memori dan perasaan Shira. Aroma parfum pria memang sering dianggap sebagai daya tarik tersendiri dalam hubungan asmara, karena dapat memicu rasa nyaman dan ketertarikan. Hal ini juga menggambarkan bagaimana indera penciuman mampu membangkitkan kenangan lama dan memperkuat ikatan emosional seorang individu dengan seseorang yang spesial. Selain itu, dinamika pengenalan dalam suasana penginapan OMSI dan suasana kampus yang kental menunjukkan latar belakang kehidupan mahasiswa yang penuh dinamika dan kesempatan baru. Kesempatan bertemu dan berinteraksi dalam lingkungan baru tersebut membuka ruang bagi perasaan yang sempat tertutupi untuk mulai terungkap. Ketegangan antara rasa suka, perasaan malu, dan harapan yang tidak pasti menggambarkan kompleksitas cinta masa muda yang masih labil namun penuh gairah. Cerita ini juga menampilkan sisi realita bahwa terkadang cinta hadir di saat yang tidak tepat, sehingga menimbulkan rasa terlambat dan penyesalan. Namun, pengalaman ini memaknai bahwa waktu dan momen sangat berperan dalam perjalanan cinta seseorang. Meski cinta terbalas setelah lama, adanya rasa terlambat mengajak pembaca untuk menghargai setiap kesempatan yang ada dan tidak menunda ungkapan perasaan. Bagi pembaca yang pernah merasakan cinta tak berbalas atau kisah haru asmara lama yang ingin bersemi kembali, "Asmara Rahasia" memberikan gambaran realistis yang relatable dan mengharukan. Selalu ada keberanian dalam hati untuk menyapa dan mencoba membuka lembaran baru, meskipun masa lalu penuh dengan keraguan. Jangan lewatkan kisah "Asmara Rahasia" ini yang tidak hanya menawarkan cerita cinta biasa, melainkan juga menyentuh tentang kesetiaan hati, pengharapan, dan keindahan masa muda yang penuh warna. Keseruan ceritanya patut disimak lebih lanjut di Aplikasi KBM, tempat di mana kisah-kisah inspiratif dan penuh makna dapat ditemui.

