Lemon8Komunitas gaya hidup

Send To

Line
Facebook
WhatsApp
Twitter
Salin tautan

Dapatkan pengalaman lebih lengkap di aplikasi

Temukan lebih banyak postingan, hashtag, dan fitur di aplikasi.

Buka Lemon8
Buka Lemon8
Buka Lemon8
Jangan sekarang
Jangan sekarang
Jangan sekarang
  • Kategori
    • Untuk Anda
    • Beauty
    • Skincare
    • Fashion
    • Travel
    • Food
    • Home
  • Versi aplikasi
  • Bantuan
  • Indonesia
    • Indonesia
    • 日本
    • ไทย
    • Việt Nam
    • Malaysia
    • Singapore
    • US
    • Australia
    • Canada
    • New Zealand
    • UK
Situs web resmiKebijakan privasiPersyaratan LayananCookies Policy
Sepagi itu, biasanya ada penumpang. Ada yang hendak ke pasar tradisional terdekat, atau ada yang mau berangkat sekolah seperti Tini. Jalanan pagi belum ramai. Suryadi langsung mangkal bersama beberapa becak lainnya. Sesama teman seperjuangan. "Wes nganter bocah tah?" tanya lelaki berwajah ke
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

-Part acak- "Wanita kayak kamu tu nggak pantas jadi istriku. Cuma anak pemulung, nggak berpendidikan dan jelek!" Mas Kahfi menunjuk mukaku. Pagi itu aku melakukan kesalahan yang menurutnya sangat fatal. Padahal aku hanya menyenggol cangkir kopi miliknya yang mengenai bajunya. Mendengar ce
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Part 16 Dinda berhenti sejenak, lalu menatap Nisa dengan alis naik. “Memangnya kenapa? Salah? Kita senang loh punya keponakan. Gak usah banyak aturan deh, Kak.” Andi ikut menimpali. “Iya, ini kan bentuk rasa sayang. Kak Nisa jangan lebay, kayak orang paling ngerti an ak aja.” Nisa mengepal
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Mendapatkan kabar jika Denis mengalami kece-laka-an saja, dunianya sudah hampir runtuh. Apalagi saat mendengar jika sang suami tidak dapat diselamatkan. Dunia Kaluna ... resmi runtuh di senja yang indah ini. "Terdapat benturan hebat di kepala Pak Denis, Bu. Kalaupun beliau panjang umur, akan ter
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

BAB 4 Diskusi di Perpustakaan ~ Cahaya tidak perlu berte riak untuk menunjukkan dirinya ada, Aisya. Cukup bersinar. ___ "Maaf Ali, boleh saya tau kenapa kita harus belajar Ikhlas dulu? Bukannya nilai hadist saya yang anj lok?" Aisya menatap lurus ke arah kertas di hadapannya. Keru ta
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Gun dik gagal mendapatkan hartaku karena suamiku ketahuan menukar an ak kami. Da sar dua orang to lol. Rasakan pembalasanku Kelanjutannya lengkap di KBM sampai tamat Tok … tok … tok … “Permisi Nyonya, tuan Romeo di bawah ingin berbicara dengan Nyonya.” “Baiklah. Suruh dia menunggu sebe
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

"Mas tanya sama kamu, dari mana?" tanya ulang Herdian. Namun Nadira tetap diam tak bersuara membuat Herdian mulai kesal. "Kamu jangan kayak a n a k kecil, Dira! Yang ngambeknya mogok ngomong. Nggak biasanya kamu kayak gini. Kalaupun kamu mar ah, kamu itu tetap seorang istri, kemana-mana harus izin
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

1. “Tidak bisa! Aku tidak akan menceraikanmu! Enak aja minta cerai, hhh!” Laki-laki yang berdiri di depanku sambil berkacak pinggang dan wajah merah penuh amarah itu berteriak kesetanan setelah aku bilang minta cerai darinya. Dialah Herman, suamiku sekaligus laki-laki yang telah memberiku
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Aku melihat profil Melisa lagi. Foto barunya memperlihatkan dia sedang duduk di sebuah kafe, mengenakan gaun yang memamerkan bahu. Rambutnya yang sedikit berantakan justru menambah kesan seksi. Sangat kontras dengan Sarah yang selalu tampil rapi dan tertutup. “Gas! Malah main HP! Ayo, baris!” te
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

#2 "Alah, Mar. Jangan lebay. Namanya juga orang tua lagi emosi. Maafin saja, Ibu kan harus dihormati. Surga kamu itu ada di bawah kaki Ibu sekarang karena aku suamimu. Sudah, diamkan saja, nanti juga sembuh sendiri." "Sembuh sendiri? Kamu bilang ini masalah kecil?!" Dar ahku mendidih. R
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Esok harinya Herdian keluar dari k a m a r dengan tergesa. Tampilannya pun masih acak-acakan. Kemeja yang belum d i k a n c i n g sempurna, dasi menggantung asal dan rambut yang belum disisir. Berkali-kali pria itu menengok jam yang melingkar di tangannya. Dia kesiangan! "Kenapa nggak banguni
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Gun dik gagal mendapatkan hartaku karena suamiku ketahuan menukar an ak kami. Da sar dua orang to lol. Rasakan pembalasanku Kelanjutannya lengkap di KBM sampai tamat “Romeo, bagaimana kalau suatu hari kita bercerai?” Cittt… Tiba-tiba Romeo ngerem mendadak, membuat Aqeela sangat kaget.
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Bab 5 "Ada apa bu? Gabisa apa pelan-pelan kalau ketok pintu?" Ucapku yang tidak suka, bertamu kok seperti mau mena gih hu tang yang sudah lewat jatuh tempo. "Takut kamu ga denger. Udah gausah basa-basi, ibu kesini mau pinjam mobil suami kamu, anak-anak kak Hanum pengen jalan-jalan katanya, n
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Pesan singkat di layar ponsel itu ibarat sembilu yang berusaha mengoyak luka yang hampir mengering. Awalnya hanya satu notifikasi kecil, tak lebih dari getaran ringan yang biasa saja. Tapi entah kenapa, kali ini terasa berbeda. Jantungku berdegup lebih cepat, seolah sudah tahu bahwa apa yang akan k
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Bab 1 Aku tidak pernah menyangka, laki-laki yang dulu berjanji membahagiakanku justru menjadi lu ka ter da lam dalam hidupku. Angga Budiman. Namanya masih tertulis jelas di buku nikah kami, tapi kehangatannya sudah lama hilang. Kini yang tersisa hanya pria dingin yang gemar mencela. Dulu, saat
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Bab 2. Aku melangkah keluar dari rumah Nismara dengan hati seberat timah. Rasa mual di perutku tak sebanding dengan rasa sakit saat kata ‘gug-urkan’ meluncur begitu mudah dari bibir Ghazan—pria yang kuharap jadi pelindungku. 'Lat! Tunggu!' Ghazan menyusulku ke parkiran, mencengk-eram lenganku
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

"Sejak... kapan?" Suara bergetar Anin me me cah kesunyian diantara keduanya. Fahmi melirik Anin sebentar lalu kembali menatap lurus ke depan. "Aku punya niat baik Nin." Anin tersenyum kecut mendengar kalimat suaminya. "Niat baik apa?" Suara parau Anin sempat mengusik Fahmi namun tid
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

"Maafkan aku, Mas. Kalau kamu bersih, aku akan mencuci kakimu dan meminum air b as u h an nya. Tapi kalau kamu kotor..." Zhafiqa berbisik pada dinding kamar yang bisu. "Aku harus membuat perhitungan denganmu." Zhafiqa melangkah menuju lemari jati besar setinggi plafon. Jantungnya berdegub kencan
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Gun dik gagal mendapatkan hartaku karena suamiku ketahuan menukar an ak kami. Da sar dua orang to lol. Rasakan pembalasanku Kelanjutannya lengkap di KBM sampai tamat Sayang, huhuhu … ” Aqeela memulai aktingnya. “Hmm… kamu kenapa, sayang?” Romeo masih mengumpulkan nyawanya kaget karena tid
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

"Mas aku cariin dari tadi, lho!" sosok wanita itu berjalan melewati Nadira, dan dengan santainya mengalungkan tangan pada lengan Herdian yang menjuntai di sisi tu buh pria itu. Safira! Yang memanggil Herdian tadi adalah Safira. Wanita yang katanya dikagumi oleh sang suami. Dari cara Safira me
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Lihat lainnya
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒
0Mengikuti
383Pengikut
57Suka dan simpan

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

Postingan untuk yang suka membaca tulisan KBM. Bisa jasprom juga ya.