Spoiler bab 22. Jangan Mencintaiku Lagi!
***KBM***
Di swalayan itu, Kirana menyusuri rak demi rak sambil menghela napas panjang. Membeli keperluan yang dibutuhkan.
Lelah masih menggelayut dalam t u b u h Kirana. Matanya kosong, pikirannya penuh. Tak sadar, dari lorong biskuit, seorang pria mengenakan kaos P o l o putih muncul, berdiri mematung setelah menghampirinya.
“Ran?”
Langkah Kirana terhenti. Ia menoleh ke arah suara. Wajah Kirana yang tadinya bersemangat, tiba-tiba mendung seperti enggan tersenyum.
Suara itu.
Tatapan itu.
Dokter Raka
Kirana ingin berbalik. Pergi. Namun kakinya tertahan.
“Kirana!” ulang Raka.
Kali ini dengan suara lebih berat. Mau tidak mau Kirana harus menghadapinya. Dia sudah tidak bisa lagi menghindar.
Kirana mengulas senyum. Berusaha ramah dan mengalir seperti pada umumnya.
"Dok ter Raka. Senang bertemu dengan Anda. Tapi, maaf, saya sedang buru-buru,” ujar Kirana yang tidak bisa menyembunyikan sikap kaku. Ia ragu untuk menatap.
“Kita nggak bisa pura-pura nggak saling kenal, kan?” sahut Raka.
“Kita memang saling kenal, Dok. Tapi kita nggak punya alasan untuk berbicara lebih jauh,” balas Kirana dingin.
“Kenapa?”
“Kita sama-sama sudah punya kehidupan masing-masing.”
“Kalau kamu benar-benar bahagia, kenapa kamu g e m e t a r setiap aku mendekat?” Raka m e m a ng k a s jarak.
“Aku g e m e t a r bukan karena rasa yang dulu ada. Tapi karena me nye sal pernah menaruh rasa di tempat yang salah. Dan sekarang dia seperti tidak tahu bagaimana harus bersikap sopan kepada istri orang,” ketus nya.
Ucapan itu seperti p i s a u yang m e n y a y a t d a d a Raka. Namun ia tetap tersenyum, menutupi l u k a yang perlahan ter buka. P e r i h menganga. Menyesal dan tidak bisa berpikir jernih.
“Kamu masih k e r abs kepala seperti dulu,” lirih Raka.
“Dan kamu masih e g o i s seperti dulu, menganggap semua bisa kamu miliki.”
“Termasuk hati kamu?” tandas Raka.
Kirana menatap t a j a m. Dia mu a k dengan semuanya. “Hati ini sudah milik orang lain. Dan aku bersyukur bukan kamu orang nya.”
***KBM***
Kisah tentang cinta pertama yang masih melekat di hati. Kirana ma ti - ma ti an melupakan dokter Raka, hingga pindah ke luar kota.
Namun, setelah menikah dengan Kapten Rangga, Kirana terpaksa kembali ke kota itu karena penugasan sang suami.
Hingga sesuatu me nim pa Kapten Rangga dan tak dir kembali mempertemukan Kirana dengan dokter Raka.
Bukan sebagai cinta masa lalu, tapi dokter yang menyelamatkan n y a w a suaminya.
Sampai detik ini dokter Raka masih mengharapkan Kirana walau dia pun sudah menikah. Bahkan menikah untuk kedua kalinya, tetap saja Kirana masih yang ia harapkan.
Apakah hati Kirana goyah? Atau dokter Raka kalah memenang kan hati Kirana untuk kedua kalinya?
Baca selengkapnya di KBM Aplikasi
Judul : Takdir Dua Hati
Penulis : Mbak Engz










































