Berbagi Ginjal juga Suami

Bab 2

"Ganteng banget suami kamu na, siapa namanya? siapa tau suamiku kenal??" pujiku. Walau sa kit aku tak mungkin meny akiti Yumna, aku yakin dia pun di b o d o h i selama ini.

"Namanya mas Firman Gunawan Vi, bener banget di usia nya yang tak lagi muda dia memang masih ganteng banget." jawab Yumna bangga.

"Suami mu siapa namanya?" Yumna bertanya yang membuat ku bingung, sungguh aku belum punya jawaban.

"Wisnu," ucap ku. Entah kenapa nama itu yang muncul di kepala ku.

"Pasti ganteng juga," seloroh Yumna.

"Ya begitulah," ucap Via canggung.

"Kamu pulang kapan vi?" tanya Yumna.

"Besok na, ya walaupun suami ku lagi ada kerjaan di beberapa kota selama 2 Minggu," jawabku.

"Sayang sekali ya, padahal aku mau kenalin kamu ke suami, suamiku besok pulang dari kerjaan nya. Dan kami berencana akan liburan sekaligus bulan madu ke jepang selama dua Minggu tanpa a n a k-a n a k, coba kamu sama suami bisa nyusul pasti bahagia banget," Yumna sedikit menyesal kan.

Deg!

Jepang! dua Minggu? itu artinya mas Firman menipu ku habis-habisan. Dia mengatakan jika perjalanan kerja di beberapa kota di Indonesia tapi ternyata dia pergi ke jepang berbulan madu. Ya tuhan berat sekali beban yang harus ku hadapi, mengetahui dia punya istri lain saja hati ku sesak, apa lagi membayangkan dia berbulan madu dan berbagi p e l u h dengan Yumna selama dua Minggu di Jepang.

Lu ka ku seperti di beri perasan jeruk nipis dan garam pedih sekali.

"Via, kok kamu malah melamun?" tegur Yumna.

"Ah, enggak apa-apa na, aku pamit ya. Aku lupa kalo saudara ku mau ngajak jalan keliling Jogja," ucapku dengan wajah bersalah untuk meyakinkan Yumna.

"Waduh, padahal aku masih kangen banget sama kamu," rajuk nya. Dari dulu dia suka begitu kadang manja sekali pada ku, aku hanya tersenyum getir, aku sangat menyayangi nya. Tadi saat awal bertemu aku ingin menghabiskan hari ku bersama nya sebelum besok aku kembali ke Jakarta. Tapi ternyata takdir berkata lain.

Begitu banyak kesamaan kami dari makanan minuman artis favorit semua sama, bahkan sekarang suami kami pun orang yang sama,

Aku masih tak percaya jika pria yang menikahi ku adalah pria yang Yumna cerita kan setiap hari saat kami SMA. Itu artinya aku adalah duri dalam hubungan mereka, tapi kenapa mas Firman tetap menikahi aku? jika sudah bertemu Yumna. Apa karena pesan almarhum papa yang meminta nya menjaga ku?.

Entah lah kepala ku berdenyut nye ri, karena memikirkan semuanya.

"Nanti kita janjian ketemuan lagi ya," ucap ku.

Agar Yumna tak merajuk.

"Bener ya?" tanyanya memastikan.

"Iya," jawabku sambil tersenyum.

Lalu aku berpamitan, ku p a k s akan kaki ku yang lemas untuk berjalan kearah luar, setelah sebelumnya kami sempat b e r p e l u kan sejenak.

"Nanti foto-foto liburan nya kirim ke aku ya! mau aku kasih lihat suamiku, supaya dia juga berpikir meluangkan waktu untuk ajak aku jalan-jalan." ucap ku saat akan menaiki mobil.

"Siap," ucap nya riang.

Aku harus mengumpulkan banyak bukti agar mas Firman tak bisa mengelak, aku akan bermain cantik, akan aku manfaat kan waktu 2 minggu untuk mengumpulkan bukti.

Judul: Mahligai kedua suamiku.

Penulis: Isti_090114

Platform KBM

Status: Tamat

#viraltiktok

#Mahligaikeduasuamiku

#isti_090114

#kbm

2025/10/21 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam kisah ini, saya ingin berbagi pengalaman pribadi yang mungkin banyak dialami oleh sebagian wanita di luar sana, yaitu menghadapi kenyataan pahit pengkhianatan suami. Sebagai seorang istri, mengetahui bahwa pasangan kita menyembunyikan kehidupan lain tentu sangat menghancurkan hati. Saya mengerti betapa sulit rasanya ketika kita harus menerima bahwa suami yang kita cintai juga mencintai orang lain. Salah satu hal yang membuat saya merasa hancur adalah ketika mengetahui bahwa suami saya yang katanya sedang bekerja, ternyata pergi ke Jepang untuk berbulan madu dengan istri lain. Perasaan yang muncul campur aduk antara sedih, marah, dan bingung, karena selama ini ternyata saya hanya dilibatkan dalam kebohongan besar. Saya belajar bahwa saat menghadapi situasi seperti ini, penting untuk tetap tenang dan mengumpulkan bukti yang kuat. Jangan langsung mengambil keputusan emosional yang bisa merugikan diri sendiri. Memanfaatkan waktu dua minggu ke depan untuk berfokus pada pengumpulan bukti dan menyusun langkah selanjutnya adalah hal bijak yang saya tempuh. Selain itu, mendukung diri sendiri dengan menguatkan mental dan mencari teman atau keluarga sebagai tempat berbagi sangat membantu saya melewati masa sulit tersebut. Kadang, dialog dengan teman yang juga mengalami pengkhianatan membuat kita sadar bahwa kita tidak sendiri dan ada harapan untuk melangkah ke depan. Saya juga menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan keseimbangan emosi agar tetap mampu menghadapi setiap masalah dengan kepala dingin. Meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai, seperti jalan-jalan atau melakukan hobi, bisa membantu mengurangi tekanan batin. Cerita ini saya tulis agar bisa menjadi pengingat bagi semua wanita untuk selalu waspada dan memperhatikan tanda-tanda kecil yang mungkin tersembunyi dalam kehidupan rumah tangga mereka. Jangan takut untuk mencari kebenaran meskipun pahit, karena hak atas kebahagiaan dan kejujuran dalam sebuah hubungan sangatlah penting.