BAB 2
"Biasa, asisten. Nanyain jadwal besok pagi," bohong Reza lancar.
Ariana tidak curiga. Ia me re bah kan kepala di da da Reza, memejamkan mata sambil membayangkan masa depan: menjadi bintang besar, memiliki a nak dari Reza, dan tetap menjadi "is-tri kedua" yang paling dicintai. Ia merasa status itu adalah perisai baja yang tak ter-tembus.
Ia tidak tahu, di sebuah ru mah mewah di Jakarta, seorang re ma ja bernama Tiara sedang me me luk bantal bertanda tangan "Ariana Keisha". Tiara tidak pernah membayangkan bahwa diva idolanya adalah perempuan yang saat ini sedang berada di pe lu kan ayahnya, merencanakan hidup di atas kehancuran keluarganya.
Reza me na tap langit-langit, memikirkan Tiara, Sinta is-tri s-ahnya, dan jabatannya. Di dunia politik, dia adalah singa. Tapi di kamar ini, dia hanyalah laki-laki yang sedang bermain ap-i. Dan ia tahu betul, ap-i yang paling indah adalah yang paling cepat menghanguskan.
Keesokan harinya, kemewahan hotel berganti keriuhan di belakang panggung besar di Surabaya. Jojo, sang manajer, merapikan gaun sequin emas Ariana.
"Dengar, malam ini yang datang para pejabat. Kamu harus pinter ambil hati Pak Reza itu. Dia kunci proyek kementerian! Tapi ingat, main cantik saja. Jangan ba per, apalagi sampai jatuh cinta sama laki orang. Kita cuma butuh koneksinya," bisik Jojo ta jam.
Ariana tersenyum sinis. Jojo tidak tahu bahwa "main cantik" itu sudah sampai ke meja p-enghulu s-iri.
Lampu aula meredup. Ariana naik ke panggung, suaranya me li uk indah. Di kursi VIP terdepan, ia melihat Reza. Ariana memberikan ker li ngan tipis yang hanya dipahami mereka berdua. Ia merasa seperti ratu.
Selesai tampil, Reza mendekati Ariana di area privat. Ia bersikap sangat formal di depan umum, membawa ponsel dan buku agenda.
"Ariana, suara Anda luar biasa," puji Reza dengan nada dibuat-buat. "Boleh minta waktunya? Putri saya fans berat Anda. Dia titip pesan minta tanda tangan dan video ucapan."
Jojo menyambar antusias, "Tentu boleh, Pak Reza! Silakan, Ariana."
Reza mer ra pat, ber bi sik sangat lirih, "Tiara dari tadi telepon terus. Dia pengin oleh-oleh darimu. Tolong ya, Sayang."
Jantung Ariana berdegup aneh. Ada rasa bangga sekaligus getir. Ia harus berakting menjadi "idola" bagi anak tirinya sendiri, yang bahkan tidak tahu bahwa idolanya baru saja berbagi ran jang dengan ayahnya.
Ariana menyalakan kamera ponsel Reza. "Halo Tiara sayang ... Ini Kak Ariana Keisha. Makasih ya sudah jadi fans setia. Kapan-kapan kita ketemu! Muach!"
Ia memberikan tanda tangan dengan simbol hati. "Ini, Pak Reza. Salam buat Tiara ya," ucap Ariana formal.
"Terima kasih, Ariana," balas Reza tak kalah kaku, lalu segera menjauh.
Namun, ketenangan itu hanya bertahan beberapa menit. Jojo tiba-tiba menghampiri Ariana dengan wajah pucat pasi. Ia memegang ponselnya sendiri yang terus-menerus bergetar karena notifikasi yang tak berhenti masuk.
"Ariana, kita harus pergi lewat pintu belakang sekarang!" bisik Jojo dengan suara gemetar.
"Kenapa, Mas?"
Bersambung ....
Baca sampai ending di KBM app.
Judul: Pe la kor No Is tri Kedua Yes
Penulis: yunasta (Yunia Nasm LTF)
Pengalaman menjadi bagian dari dunia hiburan dan kedekatan dengan sosok yang memiliki kekuasaan politik memang bukan hal yang mudah, seperti yang dialami oleh Ariana Keisha dalam cerita ini. Melihat dari sudut pandang pribadi, menjalani peran sebagai "istri kedua" dalam sebuah keluarga pejabat membutuhkan keteguhan hati yang luar biasa. Status yang seolah menjadi perisai namun sekaligus jebakan menyimpan tantangan besar, terutama ketika harus bersaing dengan "istri sah" dan menghadapi kehidupan yang tidak diakui secara resmi. Dalam dunia nyata, menjadi figur publik dengan latar belakang hidup rumit juga sering membawa tekanan emosional tersendiri. Saya pernah mengenal seorang teman yang juga berkecimpung di dunia seni dan berjuang membangun karier meski hidupnya dipenuhi dengan tantangan keluarga dan sosial. Ia mengajarkan saya pentingnya ketegaran dan kecerdikan dalam menjaga citra diri serta mengelola hubungan dengan berbagai pihak, termasuk pengaruh politik dan publik. Kisah Ariana yang harus berakting sebagai idola bagi anak tirinya, Tiara, juga mencerminkan dilema sosial yang kompleks. Anak-anak yang terjebak dalam konflik keluarga pasti merasakan kebingungan antara cinta dan kesetiaan keluarga. Hal ini mengingatkan saya pada pengalaman beberapa selebritas yang harus menyembunyikan kehidupan pribadi demi menjaga keharmonisan publik dan keluarga mereka. Lalu, ada juga sisi tak terduga dari dunia politik seperti yang tergambar pada karakter Reza. Dia sosok yang kuat di depan umum tapi rentan dalam kehidupan pribadi, hal ini memperlihatkan bahwa kekuasaan dan kedudukan sering kali membawa beban dan risiko tersendiri. Dari perspektif pengguna konten, menyimak cerita seperti ini bukan hanya hiburan, tapi juga membuka wawasan tentang dinamika hubungan sosial, politik, dan budaya di Indonesia. Sebagai tambahan, interaksi Ariana dengan manajernya Jojo yang memperingatkan untuk "main cantik" tapi tidak jatuh cinta pada laki orang, mengungkap bagaimana strategi dan permainan peran di balik layar dapat menentukan nasib seseorang dalam industri hiburan dan politik. Ini adalah pelajaran mengenai pentingnya batasan dan kontrol diri untuk bertahan dalam lingkungan penuh kompetisi dan intrik. Kesimpulannya, kisah ini memberikan gambaran menarik tentang realitas sulit yang tersembunyi di balik glamour dunia selebriti dan politik. Dari pengalaman dan pengamatan pribadi, kisah seperti ini sangat berharga untuk diikuti, karena memberikan inspirasi sekaligus peringatan tentang pentingnya integritas, keteguhan hati, dan pengetahuan dalam menjalani kehidupan yang penuh kontradiksi.

