Gun dik gagal mendapatkan hartaku karena suamiku ketahuan menukar an ak kami. Da sar dua orang to lol. Rasakan pembalasanku
Setelah kepergian Rei, Aqeela kembali ke perusahaannya. Dengan pakaian modis ala bos perusahaan besar, Aqeela berjalan pasti menuju keruangan kerjanya. Aqeela sudah menjalankan perusahaan keluarga ini sejak ia tamat SMA. Jadi tidak ada pegawai yang tidak mengenal bos mereka ini.
Aqeela sengaja tidak memberitahu Romeo tentang kehadirannya hari ini. Aqeela ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri kelakuan suaminya di kantor.
“Selamat pagi, Bu,” sapa beberapa pegawai sambil menundukkan kepalanya.
“Ya, selamat pagi.” Aqeela melangkah pasti menuju lantai paling atas kantornya ini. Junet berada dibelakang mendampinginya.
Ting!
Pintu lift terbuka. Semua pegawai yang berada di ruangan langsung menunduk dan serentak mengucapkan salam untuk bos mereka.
“Selamat pagi, Bu Bos Aqeela.”
“Ya, selamat pagi. Dimana suami saya?”
Para pegawai itu saling pandang sebelum menjawab, “Pak Romeo di ruangannya, Bu.”
Aqeela melihat ke sekeliling ruangan. Tidak banyak yang berubah. Hanya terlihat satu meja yang kosong. Sepertinya meja itu dulu tak pernah ada.
“Itu meja siapa?”
“Itu meja Bu Cassandra, Bu. Sekretarisnya Pak Romeo.”
“Sekretaris? Ema mana?” Aqeela menanyakan sekretarisnya yang lama.
“Itu … Bu Ema sudah resign.”
“Hm? Baiklah. Lalu, dimana Cassy saat ini?”
“Itu … dia sedang berada di ruangan bapak.”
“Oh. Baik. Terimakasih.”
Aqeela berusaha tenang. Dia memang sudah mempersiapkan hatinya untuk melihat sendiri semua ini. Jadi dia tak akan mundur.
“Junet.”
“Ya, Bos.”
“Bukakan pintu ruang kerjaku. Tolong.”
Junet mengerti, Aqeela meminta kekuatannya untuk bisa berdamai dengan semua ini. Aqeela pasti sudah berusaha sangat keras. Junet dengan sigap menyediakan lengannya untuk bisa digandeng oleh bosnya. Aqeela menatapnya, Junet mengerti kode terimakasih yang tak sanggup ia katakan.
Aqeela berjalan keruangannya dengan memegang sedikit lengah Junet. Saat pintu hampir terbuka, Aqeela memejamkan matanya.
“Sayang?”
Aqeela menatap Romeo dengan tatapan sinis.
“Ya, ada apa?”
“Romeo, seperti katamu, aku bosan di ru mah. Aku ambil alih kembali perusahaan.”
“Ap … apa?”
Ini bab terkun ci ya gaess. Penasaran kelanjutan nya? Yuk mampir ke KBM App
Sudah tamat yaaa
Judul : MEMBOD OHI GUN DIK SUAMIMU (GUN DIK ITU SALAH PILIH LAWAN)
Penulis : sheilaluktri















