Bab 1
“Sayang. Ini sahabat aku, Richo,” ucap Mas Rama, suamiku memperkenalkan laki-laki yang ada di sampingnya.
Richo tersenyum sambil mengulurkan tangan ke arahku. Aku menyambut tangannya sambil membalas senyumnya. Tapi sesuatu yang aneh terjadi. Richo menahan tanganku selama beberapa detik lebih lama. Sambil tersenyum menggo da matanya sepertinya menelan jangiku.
Aku menatap suamiku yang ada di sampingnya. Tapi suamiku malah tersenyum. Wajahnya benar-benar sangat bahagia. Apa-apaan ini? Apa maksud dari semua ini?
“Mas!” teriakku panik. Mengapa dia bukannya ma rah, tapi malah terlihat senang.
“Hahaha… ” tiba-tiba suamiku tertawa.
“Hahaha… ” dan Richo juga ikut tertawa sambil meregangkan pel ukannya.
Aku langsung mundur, “Kurang ajar!” seruku sambil melayangkan tanganku. Tapi Richo bereaksi lebih cepat. Dia berhasil menangkap tanganku.
“Wow… li ar juga. Aku suka.”
“Heh! Jangan kurang aj ar ya. Mas! Usir temanmu ini!”
“Eh, sudah sudah.” Suamiku baru maju kedepan setelah melihat aku yang meman as. Dia melerai kami dengan mengambil tanganku yang masih dalam geng gaman Richo.
“Sudah sudah. Kalian tenang dulu. Richo, bentar ya.”
“Apa-apaan itu tadi!” tanyaku dengan emo si. Aku tidak habis pikir, bagaimana bisa suamiku membiarkan istrinya dile cehkan oleh temannya.
“Sudah sudah… kamu tenang dulu.”
“Gimana bisa tenang, Mas. Mas lihat sendiri kan bagaimana tadi dia mele cehkan aku.”
“Iya. Tapi kamu tenang dululah. Malu.”
“Malu? Siapa yang malu, Mas? Teman kamu itu yang nggak punya malu.”
“Iya, sayang. Kamu dengerin aku dulu donk. Tenang dulu ya.”
“Hahh.” Aku menarik napas ka sar. Aku kesal sekali pada Mas Rama. Aku berjalan dan duduk di tepi tempat tidur untuk menenangkan hatiku. Mas Rama mengikuti dan duduk disampingku.
“Sayang. Itu dia.”
“Dia? Dia siapa?”
“Ya dia. Yang kita cerita tadi malam.”
“Tadi malam? Yang mana?”
“Ih, sayang. Tadi malam kan Mas bilang. Mas punya fan tasi upnormal yang pengen Mas wujudkan.”
“APA! Maksud Mas Apa?” tanyaku shock.
“Aduh… kamu tenang dulu donk, sayang. Mas kan udah bilang. Mas baru bisa lebih pua s kalau dalam keadaan cembu ru. Kamu main sama dia, itu bisa menaikkan syah wat Mas.”
“NGGAK!!! Gi la kamu Mas. Benar-benar udah nggak normal.”
“Astaghfirullah, sayang. Kok gitu ngomongnya sama suami. Aku ini suami kamu lho.”
“Iya… tapi… nggak! Itu nggak normal, Mas.”
“Halahhh. Kamu tau apa sih, yank. Itu normal kok. Lagian nggak papa juga kalau kita menjadi tidak normal untuk mewujudkan hasrat kita.”
“Nggak, Mas. Nggak ya. Aku nggak mau wujudkan keinginan gi la kamu!”
“Ayolah sayang. Ini waktu yang tepat. Lihat, dia tadi udah nafs u banget sama kamu.”
“NGGAK! AKU BILANG NGGAK YA NGGAK!!” aku meninggikan suaraku di depan suamiku. Dia benar-benar sudah tidak waras. Masak meminta istrinya berhu bungan dengan laki-laki lain di depan matanya. Benar-benar nggak waras.
“Dosa kamu, sayang. Sudah menolak perintah suami, meninggikan suara juga kepada suami. Nanti kamu dilaknat Allah baru tau rasa.”
***
Penasaran sama kelanjutannya? Yuk gas langsung ke KBM App. Tinggalkan comen ya, biar aku tau kamu uda berkunjung 😘
Judul : SUAMI PEMBUAL TAPI BANYAK YANG PERCAYA
Napen : sheilaluktri
Dalam kehidupan rumah tangga, komunikasi dan saling pengertian adalah kunci untuk menjaga keharmonisan. Namun, ada kalanya perbedaan pandangan tentang batasan dan keinginan pribadi bisa menimbulkan konflik serius. Seperti yang dialami oleh pasangan Mas Rama dan istrinya, situasi di mana suami mengungkapkan fantasi 'upnormal' dan meminta sang istri untuk ikut melibatkan orang lain dalam hubungan mereka tentu bukan hal yang mudah diterima. Berdasarkan pengalaman pribadi dan cerita yang sering terdengar di masyarakat, ketika pasangan menghadapi perbedaan hasrat atau fantasi seksual, penting untuk saling terbuka dan membicarakannya dengan jujur tanpa tekanan. Keputusan bersama yang saling menghormati dapat mencegah munculnya rasa sakit hati atau salah paham. Dalam kasus yang ekstrem, seperti permintaan untuk melibatkan pihak ketiga, pasangan harus memastikan bahwa persetujuan dan kenyamanan kedua belah pihak tetap menjadi prioritas utama. Cerita Mas Rama dan istrinya juga menunjukkan bagaimana tekanan sosial dan norma agama dapat mempengaruhi dinamika rumah tangga. Tanggapan Mas Rama terhadap penolakan istrinya yang ia kaitkan dengan dosa dan kutukan Allah adalah contoh nyata bagaimana konflik bisa berkembang menjadi masalah yang lebih rumit jika tidak ditangani dengan bijaksana. Jika Anda atau siapa pun yang membaca ini menghadapi dilema serupa, sebaiknya mencari bantuan profesional seperti konselor pernikahan atau psikolog yang dapat membantu menengahi dan memberikan solusi terbaik. Memiliki ruang diskusi yang sehat bisa membantu pasangan menemukan jalan tengah dan mengatasi masalah tanpa harus merasa tertekan. Di era modern ini, perjuangan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga memang tidak mudah, terlebih jika ada perbedaan pandangan yang tajam mengenai cinta, hasrat, dan batasan pribadi. Oleh karena itu, membangun komunikasi terbuka dan mengedepankan rasa hormat adalah hal yang sangat berharga untuk menjaga keutuhan dan kebahagiaan bersama.

