"Eh, Mbak Nina ... mau beli sapi juga?" tanya Mang Dadang dengan senyum sumringah. Dia tak salah, hanya saja waktu dan keadaan yang membuat pertanyaan itu seakan menyudutkanku.

"Nggak, Mang," sahutku sambil tersenyum. "Saya di suruh Bu Rahma ngambil daging pesanannya."

"Ohhh iya, Neng. Maaf ya, sebentar saya ambilkan dulu."

Degh!

Itu Mbak Rani. Iparku, saudari almarhum suamiku. Pantas saja Mang Dadang tadi bertanya 'apa aku juga mau beli sapi?' ternyata ada Mbak Rani di sini.

"Hahaha, iyaa Mbak siyapp. Pokoknya di tu buh sapi qurban milik Mbak Rani nanti, akan saya tulis nama Mbak, besar-besar. Biar seluruh warga kampung tahu, kalau sapi qurban terbesar tahun ini milik Mbak Rani."

Aku masih berdiam diri di sana, di tempat semula menunggu Mang Dadang yang sedang mengambilkan daging pesanan majikanku. Awalnya aku mencoba untuk biasa saja. Aku menunduk seperti biasa, hal yang selalu aku lakukan di saat aku merasa tidak nyaman. Namun, semakin aku menunduk gema suara itu semakin datang mendekat.

"Pokoknya beres deh, Mbak. Mbak Rani nggak perlu khawatir. Nanti tak bilangin sama panitia kalo nama Mbak Rani harus paling awal di sebutkan, dan berat bobot hewan qurban milik Mbak Rani-lah yang paling abot tahun ini."

Iparku tersenyum, tapi lagak angkuhnya sangat terpancar di wajah cantiknya. Berharap sekali mendapat pujian setelah namanya di umumkan di Toa masjid besok saat idul adha.

'Kesannya biar apa? Mau pamer? Biar satu kampung tahu kalau Mbak Rani sudah berqurban?' tapi sayangnya, gerutuan itu hanya bisa aku lontarkan dalam hati. Mana berani aku berkata demikian, yang ada malah aku kena sembur beliau nanti.

"Eh, Nina," tegurnya sambil mengambil kacamata hitam dari tas kulit miliknya. "Ngapain kamu di sini? Mau qurban juga?"

"Eng,-"

"Memangnya sanggup?" po tongnya cepat, secepat kurir mengirimkan paket. Dia berjalan mendekatiku, hingga satu senti jarak mulutnya dari telingaku. "Kalo masih misk in jangan belagu," bisiknya taj am, lebih taj am dari pis a u dapurku.

Aku semakin tertunduk, jant ungku berdebar-debar. Ngilu rasanya mendengar lima kata yang baru saja terlontar dari mulut iparku. Dia tahu aku mis kin, tapi memberi secanting beras pada istri almarhum adiknya saja tak pernah.

Berat rasa kepa la ini untuk tertegak, menatap matanya, apalagi membal as ucapannya. Namun, di hati kecilku, ada bisikan halus yang mengatakan bila aku harus mengaminkan ucapan Mbak Rani yang sebelumnya. "Aamiin, Mbak. Do'ain rezekiku lancar ya, biar bisa qurban juga seperti Mbak Rani," balasku lirih, sambil menahan sesak di da da.

"Heleh. Jangan mimpi! Bisa makan hari ini saja harusnya kamu bersyukur!" ketus Mbak Rani, ma tanya melot ot menandakan ia tak suka dengan ucapanku tadi.

Bu Idah yang Juga masih berdiri di sana, merasa tak enak dengan perdebatan kecil kami. Tapi aku bersyukur beliau hanya diam saja, tak ikut campur men ghi naku. Tak lama, Mang Dadang datang membawa lima kilo daging pesanan majikanku.

"Nggak boleh gitu Mbak Rani. Semua orang juga kalo ada rezeki lebih Pasti pingin qurban. Kita nggak boleh menghin a, apalagi Mbak Nina ini istri almarhum adek kamu, harusnya kamu dukung finansial dia, kan kamu orang kaya yang baik hati. Jangan bisa qurban, tapi saudara susah malah di biarin," cec ar Mang Dadang. Jlebbb, ucapan suami Bu Idah itu spontan, bagai ikan lele yang melihat umpan, langsung di makan, tapi ia tersangkut di antara kail yang ta jam, dan umpan yang mema tik an.

💥💥

Kakakaaaa, subscribe yaaaa biar ada notif saat buku ini update ❤

Baca kisahnya di aplikasi KBM APP

Judul : Sebut Saja Hamba Allah

Penulis : Perarenita

#sebutsajahambaallah #bismillah

6/1 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman pribadi saya sering melihat bagaimana tradisi qurban menjadi momen yang penuh makna bukan hanya bagi mereka yang berqurban, tapi juga bagi masyarakat sekitar. Saya pernah mengetahui seseorang yang memilih untuk berqurban secara sembunyi-sembunyi, tanpa ingin dipuji atau diumumkan. Namun, pada akhirnya namanya tetap disebut, dan ini menimbulkan reaksi yang cukup besar di kalangan jamaah masjid. Dari kisah tersebut, saya belajar bahwa keikhlasan dalam beramal sebaiknya menjadi motivasi utama, bukan untuk mendapatkan pujian atau status sosial. Bahkan, menyumbang sapi qurban dalam jumlah banyak bukan sekadar bentuk kebaikan, tapi juga tanggung jawab sosial untuk membantu mereka yang kurang mampu merayakan Idul Adha dengan layak. Dalam cerita ini juga muncul dinamika yang cukup realistis tentang bagaimana sikap sombong dan merendahkan orang lain bisa muncul bahkan dalam lingkungan keluarga atau kerabat dekat. Hal tersebut mengingatkan saya pentingnya empati dan dukungan bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan, terutama yang ditinggalkan oleh anggota keluarga. Selain itu, peran panitia qurban yang menyebut nama penyumbang dengan lantang meskipun diminta rahasia, bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ini bisa menginspirasi orang lain untuk ikut berdonasi dan berqurban. Namun di sisi lain, bagi penyumbang yang ingin tetap rendah hati, hal ini bisa menjadi tekanan sosial. Menurut saya, tradisi qurban harus semakin menjadi ajang mempererat tali persaudaraan dan solidaritas, bukan ajang untuk pamer atau meningkatkan gengsi. Dalam pengalaman saya, banyak orang yang merasa lebih tenang dan bahagia saat beramal tanpa publikasi berlebihan, karena itu adalah murni niat dari hati mereka. Cerita ini sangat relevan di tengah masyarakat saat ini, agar kita selalu ingat pentingnya rendah hati dan saling mendukung satu sama lain, terutama dalam berbagi rezeki. Semoga kisah ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berbuat baik, meski dalam keadaan sulit, dan mengutamakan nilai keikhlasan dalam setiap amal yang dilakukan.

Posting terkait

Mbak Santi, sosok legendaris di USM Gedung lama
Kalau kamu pernah sering berada di area PKM gedung lama saat malam, mungkin kamu pernah dengar nama ini. “Mbak Santi.” --- Cerita tentang sosok itu sudah lama beredar di kalangan mahasiswa lama. Biasanya muncul saat obrolan tengah malam, terutama dari mereka yang pernah lembur kegiata
Kennam

Kennam

8 suka

Gambar menampilkan batu nisan Namiyah binti Ibrahim Assegaf dan Ibrahim Assegaf, dengan bunga di atasnya. Di sampingnya, wajah seorang wanita yang tampak sedih dan menangis, kemungkinan Najwa Shihab, disertai pesan mengharukan tentang kehilangan suami dan anak perempuannya yang dimakamkan bersama.
turut berduka cita untuk mbak nana dan keluarga.
Di Tempatkan Satu Liang Lahat, Najwa Shihab Tulis Pesan Mengharukan Untuk Alm Suami Dan Anaknya 😔🥀 #najwashihab #ApaKabarDunia #Lemon8Club
mama Azzam

mama Azzam

13 suka

Seorang pria tersenyum lebar menghadap kamera, mengenakan kaus hitam polos, dengan sepeda terlihat samar di latar belakang.
Seorang pria tersenyum sambil menutupi sebagian mulutnya dengan tangan, mengenakan kaus berwarna cokelat gelap.
Seorang pria tersenyum cerah sambil menyentuh rambutnya, mengenakan kaus hitam bertekstur, dengan tirai gelap di latar belakang.
gift buat mbak mbak
#liuxiaoxu #fyp #fyppppppppppppppppppppppp #fypシ #fypage
Liu Xiao xu

Liu Xiao xu

13 suka

3D STICKERSDECO with Mbak Rempi
Stickers pertama yang buat aku masuk ke dunia tempel menempel #MyJourney #3DStickers #DecoStickers
Mbakrempiarchive ✨🌷

Mbakrempiarchive ✨🌷

1 suka

Wonton mbak ACI
Alhamdulillah setiap open order selalu banyak yg order.. tabarakallah #CurcolanHati #Seandainya #LifeBingo #RahasiaIRT #fyp
Reni ACI

Reni ACI

2 suka

Kios Klopo Mbak En🏝
#RamadhanGuide #MomenBerharga #MauTanya #fypシ #tuban
BAKUL KLOPO MBAK EN

BAKUL KLOPO MBAK EN

2 suka

kios sayur mbak anggi
Best/Worst Buy 🛍Nama produk: fresh vegetable 💰Harga: Rp 1000-50.000 👍Why Good: setiap hari fresh 👎🏻Why Bad: no bad 🌟Rate:5/5 Perempatan Lampu Merah Pasar Tunggangri
ans garlic

ans garlic

2 suka

makeup ala mbak Andriana Lima😱👀
gimana guyss, udah cocok belum jadi mbak Andriana nih🤭🤭, apa cocoknya jadi aku aja nih ahaha, dengan versi lokal yakann #DapurLemon8 #BudeLemon8 #adrianalima #makeuptutorial #gampangbanget
Senj4n1✰ ☼ ⋒

Senj4n1✰ ☼ ⋒

3 suka

mbak foto dulu ya, eh tunggu...ckrikk 📷
gak bisa sabar ngapa, belum juga pose .. emak² Nerima paket disaat gak tepat ni, anak2nya mau bobo siang si paket keburu datang😌🙂‍↔️🫠 cb share pengalaman kalian ketika Nerima paket 😌😂🤣😭 #paket #kurir #fyplemon8
Juni3G

Juni3G

0 suka

A day with mbak bakul press juice
🥰🥰🥰 #CeritaDiBalikUsia #HelloLemon8 #coldpressjuice #reseppressjuice
IDE BEKAL SUAMI

IDE BEKAL SUAMI

29 suka

SURPRISE UNTUK MBAK OPI
Semoga mbak opi suka 💕 #cicibarbar #surprise #dailyvlog #gift #fyp
Cici Barbar

Cici Barbar

2 suka

Mbak yu
#LifeBingo huuu rasanya masih gak nyangka, yg awal aku buat jamu untuk konsumsi pribadi aku sama suami, sekarang plotwish nya jadi mbak jamu dan produksi jamu untuk bnyak orang 😂😄. Alhamdulillah bisa kasih manfaat yg positif untuk org sekitar aku🥰. Semoga semua ikhtiar kita di dengar Allah dan di
Mawar Mustika L

Mawar Mustika L

2 suka

Seorang wanita muda berambut hitam panjang bergelombang, mengenakan atasan berwarna cokelat muda, dengan riasan wajah natural dan lipstik merah, berpose di depan latar belakang biru. Terdapat watermark Lemon8 di pojok kiri bawah.
Buat mbak-mbak yang suka ngejelekin keluargaku
Kalo gak suka sama gua ya gak suka aja mbak jangan tiru-tiru segala macam yang gua lakuin 😌 Gak malu? Risih tau ditiru mulu #fyp
Angelica

Angelica

1 suka

Lihat lainnya