Aku merelakan wajahku han cur demi adik ipar, tetapi suamiku malah ingin berce r ai, mengambil alih perusahaanku dan mengabaikan buah hati kami yang baru la hir ke dalam dinginnya kem a tian. Hidupku dihan curkan tanpa sisa di hari yang sama. Jika kamu yang berada di posisi serendah ini, apakah kamu akan pasrah, atau ikut bersamaku memutarbalikkan takdir mereka?
BAB 2
Pernahkah kamu membayangkan berada di titik paling han cur dan terendah dalam hidupmu? Saat kamu baru saja berta ruh nya wa di ruang ope rasi untuk mela hirkan, tetapi yang menyambutmu bukanlah senyuman hangat suami, melainkan selembar surat ce rai dan fit nah yang sangat ke ji!
Wajahku han cur, separuh tertutup per ban akibat lu ka ba kar demi menyelamatkan nya wa adik iparku dari kobaran a pi. Namun, saat aku terbangun dengan sisa tenaga yang nyaris habis, Mas Bram, suami yang sangat kucintai, justru menatapku dengan sorot mata penuh keben cian.
Pria itu merogoh sakunya, lalu melem parkan segepok foto ke padaku. Foto editan mura han yang memperlihatkan seolah-olah aku menjalin hubungan gelap dengan supir katering yang selama ini bekerja di perusahaanku sendiri!
"Tanda tangani surat ce rai ini sekarang juga! Aku tidak su di hidup berdampingan dengan wanita sepertimu!" bentaknya tanpa ampun, menyodorkan pena secara pak sa.
Aku menangis, memo hon belas kasihan di tengah rasa sa kit. "Mas, a n ak kedua kita baru saja la hir pre matur! Arka juga baru berusia empat tahun, dia masih sangat membutuhkan seorang ibu!"
Nyatanya, hatinya sudah benar-benar membeku. Ia tidak hanya berniat membu angku, tetapi juga meram pas secara pak sa seluruh a s et Magnolia, perusahaan wari san orang tuaku yang kubangun dengan keri ngat dan air mata. Saat ia diam-diam mengambil alih segalanya di masa keha milanku, aku sama sekali tidak pernah menaruh curiga. Kini, semuanya telah lenyap.
Lebih menya kitkan lagi, ibu mertuaku melangkah masuk membawa amplop cokelat berisi hasil t e s D N A palsu. Mereka menuduh b a yi tidak berdosa itu sama sekali bukanlah da r ah daging Mas Bram.
Duniaku benar-benar dihan curkan tanpa sisa. Namun, nera ka yang sesungguhnya baru saja dimulai. Hanya berbekal hasil t e s D N A palsu itu, terdengar sekilas bahwa suamiku secara sepihak mencabut asur an si dan menghentikan seluruh bi a ya pera watan. Ia lebih memilih menggunakan u a ng itu untuk membia yai pengo batan adiknya yang kini duduk di kursi roda.
Aku berusaha merang kak turun dari ra n jang, menye ret tu b uhku yang masih le mah untuk menyusul. Namun, semuanya sudah sangat terlambat.
Seorang perawat datang dengan tatapan pilu, memberitahu bahwa malaikat kecilku telah tiada. Ia telah pergi untuk selamanya, bahkan sebelum ayahnya sempat melantunkan azan di telinganya.
Aku meme luk ja sad dingin a n akku yang garis wajahnya begitu mirip dengan pria yang telah membuangnya. Air mataku perlahan mengering, berganti menjadi sebuah tekad yang sangat gelap, dingin, dan pekat.
Petugas admi nis trasi bahkan datang mena gih puluhan j u ta ru piah hanya untuk membawa pulang je na zah b a yiku, sementara mantan suamiku berkata dengan ke j am bahwa ia tidak pernah mengenalku.
Satu hal yang sangat pasti, aku tidak akan membiarkan mereka tersenyum bahagia di atas pende ritaanku.
Bersambung~
Baca lanjutan kisah Binar dalam novel,
"Dendam Istri Berwajah Luka"
Penulis Fidia KR
Hanya di aplikasi KBM







































