Pernahkah kamu membayangkan pemandangan meny a yat hati sebagai seorang ibu? Tepat di hadapan putra kandungku, wajah ca c atku dita m par dengan sangat keras oleh mantan suamiku semata-mata demi membela wanita pe la kor yang baru saja menyi k sa buah hatiku!

BAB 6

Semua ini bermula dari keputusasaanku yang amat dalam. Demi bisa melihat putra sulungku lagi, aku terpak sa mene lan sisa ha r ga diriku dan menerima pekerjaan g i la dari mantan suamiku. Ia menyuruhku menjadi dekorator utama untuk pesta pernikahannya dengan sang pe la kor!

Hari itu di butik yang sangat mewah, aku sedang berlu tut menahan diri, melingkarkan pita ukur di pinggang wanita yang telah mera m pas segalanya dariku. Tiba-tiba, pintu kaca terbuka. Arka, malaikat kecilku yang sudah berbulan-bulan dipisahkan secara pak sa dariku, berlari masuk.

Meski separuh wajahku tertutup pe r ban akibat l u ka ba kar, Arka ternyata tetap mengenaliku. Ia langsung menghambur ke dalam pe lu kanku sambil mena ngis rindu. Namun, momen kebahagiaan itu hanya bertahan dalam hitungan detik.

Mantan suamiku pergi sebentar meningg alkanku, dan di saat itulah si pe la kor langsung menunjukkan wajah ib li s aslinya. Ia memak sa menarik Arka dari pelu kanku. Saat Arka menolak, wanita ul ar itu dengan secepat kilat mencu b it pa h a Arma hingga menje r it kesa kitan dan mengebjang ketakutan di tanganku!

Naluriku sebagai ibu seketika meronta hebat. Aku refleks mendorong pe la kor itu sekuat tenaga untuk melindungi Arka. Namun sungguh sangat li cik, ia sengaja menjatuhkan diri ke lantai karpet dan menangis his te ris dengan air mata buaya, tepat pada saat mantan suamiku kembali dari arah luar.

Tanpa mau mendengar penjelasanku sedikit pun, pria tak punya hati itu mendaratkan sebuah tam pa ran yang luar biasa keras tepat di pi piku yang masih dipe r ban. Rasa sa kitnya tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Lu ka akibat le da kan gas itu kembali ro bek menganga. Da r ah segar seketika mer em bes memba sa hi pe r ban dan mene tes ke atas lantai marmer yang mengkilap.

"Jangan pernah berani menyebut Arka sebagai a n akmu lagi! Kamu itu cuma sampah busu k!" bentak mantan suamiku menggelegar di depan semua staf butik.

Arka menangis semakin his te ris, memu kul kaki papanya demi membelaku. Namun mereka sama sekali tidak peduli. Si pe la kor menye r et pak sa Arka menuju mobil, sementara mantan ibu mertuaku dengan sengaja mengin jak jari-jariku kuat-kuat menggunakan sepatu hak tingginya agar aku tidak bisa merang kak mengejar mereka.

Aku terdiam sendirian di lantai butik yang dingin itu. Sisa tangi san pi lu Arka masih terngiang jelas, sementara tete san da r ahku perlahan men o dai lantai. Di detik yang paling kelam itu, seluruh air mataku akhirnya mengering tanpa menyisakan apa pun.

Rasa sedihku lenyap sepenuhnya, berganti menjadi sebuah de n dam yang amat pekat, dingin, dan mem a tikan.

Jika kamu yang berada di posisiku hari ini, diin jak, difit nah, melihat da r ahmu sendiri mene tes, dan mendengar jeri tan ta ngis a n akmu yang disi k sa oleh seorang pe la kor, rencana pembalasan yang paling elegan nan mem a tikan seperti apa yang akan kamu susun dengan sangat rapi untuk memastikan hari pernikahan mereka benar-benar han cur berkeping-keping tanpa sisa?

Lanjutan kisah Binar dalam novel,

"Den dam Istri Berwajah Lu ka"

Penulis Fidia KR

Aplikasi membaca hanya di KBM

#dendamistriberwajahluka

#novel #trending #drama #viral

6/5 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMelalui cerita yang menguras emosi ini, saya pribadi teringat bagaimana perjuangan seorang ibu yang rela berkorban demi anaknya bisa sangat berat, terutama menghadapi pengkhianatan dan kekerasan dalam rumah tangga. Sering kali, luka batin yang dialami lebih menyakitkan daripada luka fisik, apalagi bila melibatkan pengkhianatan dari orang yang seharusnya mencintai kita. Dalam pengalaman saya, melihat seorang ibu berjuang keras untuk melindungi buah hatinya, meski dipasung oleh situasi yang menyakitkan, menggambarkan ketangguhan hati yang luar biasa. Luka bakar di wajah sang ibu dan pengorbanannya untuk menjadi dekorator di pernikahan orang yang menyakitinya, adalah bukti nyata bagaimana cinta seorang ibu kadang harus diuji dalam kondisi yang sangat pahit. Selain itu, konflik dengan pelakor yang secara terang-terangan menyakiti anak dan sang ibu menambah lapisan drama yang intens dalam cerita ini. Ini juga mengangkat isu sosial yang cukup sering terjadi, yaitu kesulitan dan kompleksitas menghadapi orang ketiga dalam hubungan rumah tangga. Bagi pembaca yang sedang mengalami atau mengenal orang dengan kondisi serupa, kisah ini bisa menjadi cermin dan sumber inspirasi. Membaca perjuangan Binar memberi saya pemahaman bahwa balas dendam yang direncanakan dengan bijaksana memang bisa menjadi jalan agar pelaku merasakan akibat dari perbuatannya. Rencana pembalasan bukan hanya tentang menghancurkan, melainkan juga pembelajaran penting tentang kekuatan diri dan penegakan keadilan. Sebagai tambahan, saya juga menyarankan agar pembaca yang tertarik dengan cerita semacam ini untuk mencoba aplikasi KBM, tempat novel "Dendam Istri Berwajah Luka" ini tersedia secara lengkap. Di sana pembaca bisa menikmati kisah penuh emosi dan nilai moral yang kaya, yang mungkin juga membuka wawasan kita tentang arti keluarga, cinta, dan pengorbanan. Semoga cerita ini dapat memotivasi dan memberikan kekuatan bagi siapa saja yang membaca, untuk terus berjuang walau dalam situasi paling sulit sekalipun.