Kurang apa aku coba? Harta ada, cantik iya, anak udah ada. Eh kamu masih selingkuhin aku!!
MEMBO DOHI GU NDIK SUAMIKU (GUN DIK ITU SALAH PILIH LAWAN)
BAB 5
sheilaluktri
Om Dani terheran-heran melihat Cassy yang tiba-tiba tid ur di teras rum ahnya. Cassy memang sudah tidak tinggal dengan orang tuanya lagi. Sejujurnya Om Dani tidak menyukai an aknya menjalin hubungan dengan Romeo.
Hingga akhirnya Romeo menikah dengan Aqeela. Om Dani tidak mengerti mengapa Cassy tidak tampak sedih ataupun kecewa. Om Dani berpikir kalau hubungan mereka memang sudah selesai. Namun, laporan di kantor berkata lain. Om Dani mengerti Cassy punya rencana, dan dia membiarkannya. Karena Om Dani memang sangat terobsesi untuk merebut semua hasil kerja keras adiknya. Yang sampai ini masih dipegang oleh keponakannya.
“Bi!” teriak Dani memanggil pembantunya.
“Ya, Tuan.”
“Kenapa an ak ini ti dur disini?”
“Eh! Astaghfirullah, kok Nona bisa tidur disini ya?”
“Ditanya kok balas nanya. Coba bangunkan dia!”
“Ba … baik, Tuan.”
“Kamu ini sedang apa? Kenapa tid ur di teras?”
“Ha? Kenapa … eh, ba yi. Mana bay iku?”
“Ba yi? Kamu sudah melahirkan?”
“Iya, Pa. Dimana bay iku?”
“Hahh … kamu benar-benar melahirkan ba yi itu. Aku tidak habis pikir melihatmu, mau sampai kapan kamu mencoreng nama baik keluarga kita demi laki-laki tidak jelas itu.”
“Papa, tunggulah sebentar lagi. Romeo akan naik menjadi yang tertinggi di perusahaan Aqeela. Dia akan merebut semuanya dan menyerahkannya hanya untukku.”
“Kamu pikir laki-laki itu bisa dipercaya? Lihat sekarang, kamu sampai pingsan di depan rum ah. Kemana dia? Kemana ba yi yang kamu bilang itu?”
“Papa, Bibi, kalian tidak melihat bayiku?”
“Tidak, Non. Bibi cuma lihat Non yang pingsan disana. Tidak ada ba yi.”
“Ah, si al. Baiklah, nanti coba kita cek CCTV.”
“Kamu … tidak khawatir sama sekali?”
“Yah, mau bagaimana lagi. Lagipula itu bukan a nakku.”
“Apa maksudnya itu?”
“Papa, kami punya rencana. An ak itu sudah kami tukar saat di ru mah sa kit. Ba yiku ada pada Aqeela dan bayi Aqeela yang hilang. Padahal sebenarnya aku ingin menyiksa a nak malang itu, tapi ya sudahlah. Dia hilang.”
“Apa? Jadi kamu menghilangkan penerus Reinaldi? G ila kamu ya.”
“Ya. Dan kalau semua berjalan sesuai rencana, maka ana kku yang nanti akan menjadi penerus semua perusahaan Aqeela. Papa bisa bayangkan itu? Hahaha … ”
“Jadi maksud kamu, yg ada di ru mah Aqeela itu sekarang an ak kamu? Dan dia … bisa jadi penerus?”
“Tentu saja. Aqeela tidak akan tau kalau itu bukan an aknya. Hanya aku dan Romeo yang tau. Hahaha … ”
“Yah, harus papa akui kamu cukup pintar. Tapi papa tetap tidak suka dengan pacar kamu itu. Kamu jangan termakan janji-janji manisnya. Katanya sayang, tapi kok ngamilin an ak orang. ”
***
“Sayang, sepertinya kamu kelewatan berbuat begitu sama sepupu kamu sendiri,” ucap Romeo begitu mereka sampai di rum ah.
“Bi, dimana ba yiku?” Aqeela malah tidak memperdulikannya sama sekali.
“Di kamar bayi, Nyonya. Dia sedang ti dur.”
“Baiklah. Jaga ana kku sebaik-baiknya. Jangan beri dia makan apapun kecuali ASI ku. Ingat! Aku tidak mau ba yiku terjangkit virus darimana pun. Bila ada yang coba-coba memberikan makanan atau ASI sekalipun kepada an akku, jangan salahkan kalau kamu ku pecat dan membayar ganti rugi.”
“Baik, Nyonya.”
“Hei! Sayang, kamu kira aku bego? Kamu pikir aku nggak tau kamu selingkuh?”
“Ap … apa? Itu tidak benar! Siapa yang mengatakannya padamu?”
“Oh ya? Kenapa aku harus percaya sama kamu?”
“Karena aku suami kamu. Cuma aku yang peduli sama kamu. Cuma aku, Aqeela.”
***
Lanjut baca di KBM ya
Judul : MEMBO DOHI GU NDIK SUAMIKU (GUN DIK ITU SALAH PILIH LAWAN)
Penulis : sheilaluktri























