Bab 2

​Mas Jefri masuk ke k a m a r dengan wajah yang masih dipasang sesedih mungkin. Dia mengusap kepalaku, m e n c i u m keningku, persis seperti suami idaman di film-film religi.

"Sabar ya, S a y a n g. Mas s a y a n g banget sama kamu," bisiknya pelan.

​Kalau saja aku tidak mendengar percakapannya dengan Risa di belakang tadi, aku pasti sudah menangis terharu dan memeluknya erat, tapi sekarang, sentuhannya terasa seperti ulat bulu yang merayap di kulitku. Geli dan menjijikkan.

​Aku hanya pura-pura memejamkan mata, membiarkan dia merasa aktingnya berhasil. Begitu dengkur halusnya terdengar, aku beranjak pelan ke ruang tamu. Aku menyalakan laptop. Bukan untuk melanjutkan draf novelku, tapi untuk membuka folder rahasia yang berisi laporan keuangan toko emas warisan Bapak.

​Sal do ku lebih dari cukup untuk menghan curkan mereka semua tanpa aku harus berke ringat.

​Aku mengambil ponsel, lalu mengirim pesan singkat kepada seseorang yang selama ini membantuku mengelola toko.

"Cari tahu semua tentang Afif Suryana, suami Alfarisa. Aku mau tahu kebiasaannya, di mana dia sering nongkrong, dan berapa banyak u t a n g yang dia sembunyikan dari Risa. Kirim besok pagi."

​Besok paginya, Risa datang lagi ke r u m a h. Wajahnya ceria sekali, tangannya menenteng plastik berisi jajanan pasar.

"Mbak Nanda, ini aku beliin kue cucur kesukaan Mbak. Dimakan ya, biar cepet pulih. Mas Jefri tuh kepikiran terus lho di kantor, tadi sempet telepon aku nanyain keadaan Mbak," cerocos Risa.

​Aku menatap Risa lekat-lekat. Aktingnya luar biasa. Bagaimana bisa seorang perempuan tega menjerumuskan kakak iparnya sendiri ke dalam poligami hanya karena urusan "a n a k"?

"Makasih ya, Ris. Kamu perhatian banget sama Mas Jefri. Kadang aku mikir, beruntung banget Mas Jefri punya adik kayak kamu, dan beruntung juga Afif punya istri sehebat kamu," pancingku.

​Wajah Risa sedikit berubah saat aku menyebut nama suaminya. Ada gurat gelisah yang t i p i s, tapi segera dia tutupi dengan tawa. "Ah, Mas Afif mah gitu-gitu aja, Mbak. Biasalah, laki-laki kalau udah lama nikah agak cuek."

​Aku tersenyum dalam hati. Berarti benar dugaanku. R u m a h tangga mereka tidak seindah yang dipamerkan di Instagram.

​Tak lama setelah Risa pulang, sebuah email masuk ke ponselku. Isinya lengkap. Afif Suryana, bekerja sebagai supervisor di gudang nestle, hobi main ju di online, dan punya cicilan mobil yang sering nunggak hampir dita rik leasing. Yang paling menarik, Afif punya selera tinggi tapi kantong t i p i s. Dia haus akan pengakuan. Beberapa kali dapat surat teguran dari kantor dan merintis usaha bengkel kecil-kecilan untuk sampingan.

"Dia sering mampir di b a r hotel dekat alun-alun setiap Jumat malam setelah gajian," bunyi catatan di akhir email itu.

​Aku menyandarkan punggungku di kursi. Jadi, ini titik lemahnya. Afif butuh u a n g, dan dia butuh wanita yang bisa memuja egonya, sesuatu yang tidak dia dapatkan dari Risa yang dominan dan cerewet.

​Aku membuka kontak Maya. Maya adalah mantan model promosi toko emasku. Dia cantik, berkelas, dan yang paling penting, dia butuh u a n g untuk pengobatan ibunya. Dia berutang budi padaku. Seorang janda yang membutuhkan banyak biaya dan profesional.

"Halo, Maya? Aku ada pekerjaan untukmu. Tidak sulit, hanya perlu menjadi 'pemanis' untuk seorang pria bernama Afif Suryana. Aku akan tanggung semua biayanya, termasuk biaya 'peran' kamu sebagai wanita sosialita."

​Suara Maya di seberang.

"Apapun untuk Ibu Nanda. Kapan saya mulai?"

"Tenang, yang penting kamu mempersiapkan diri, kalo waktunya tiba, aku akan hubungi kamu lagi."

​Aku menutup telepon dengan perasaan puas. Risa, kamu bilang berbagi itu indah, kan? Kamu bilang Mas Jefri butuh Dita karena aku "lemah". Sekarang, mari kita lihat bagaimana perasaanmu saat suamimu sendiri, Afif-mu yang setia itu, mulai berpaling pada wanita yang jauh lebih segalanya darimu.

📚 Judul: Madu Untuk Ipar

✍️ Penulis: Ita Wachid20

Jangan lupa download KBM APP dan cari judul di atas ya!

#MaduUntukIpar #ItaWachid20 #RekomendasiNovel

7/6 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam kehidupan sehari-hari, konflik keluarga seringkali menjadi sumber drama yang tak terduga, terutama terkait dengan masalah pernikahan dan kepercayaan. Kisah "Madu Untuk Ipar" sangat menarik karena mengangkat isu yang cukup sensitif: perselingkuhan dan konflik antar anggota keluarga yang berujung pada perhitungan dan strategi tersembunyi. Pengalaman pribadi saya pernah menyaksikan situasi serupa dalam lingkungan sekitar, di mana perasaan tidak percaya dan pengkhianatan membawa dampak emosional yang mendalam. Saat seseorang yang kita percayai ternyata menyembunyikan sisi gelap, sulit untuk menerima kenyataan tersebut. Cerita ini menggambarkan bagaimana tokoh utama, Nanda, tidak hanya merasakan sakit hati tapi juga berusaha mengambil kendali atas situasi dengan cara yang penuh perhitungan. Salah satu hal yang saya sadari dari cerita adalah pentingnya tidak menilai sesuatu hanya dari penampilan luar. Risa yang tampak ceria dan perhatian di permukaan ternyata memiliki niat tersembunyi, dan suaminya, Afif, memiliki masalah keuangan dan rahasia yang berpotensi menghancurkan hubungan mereka. Dalam kehidupan nyata, menjaga komunikasi terbuka dan jujur adalah kunci untuk menghindari kebohongan yang dapat merusak ikatan keluarga. Selain itu, kisah ini juga menyentuh tentang bagaimana peran wanita bisa sangat kompleks dalam dinamika keluarga dan sosial. Maya, mantan model yang bersedia membantu dengan alasan kemanusiaan, menunjukkan bahwa terkadang kita harus mengambil langkah yang tidak mudah demi kebaikan orang lain, sekaligus merangkap peran sosial yang sulit. Saya percaya novel ini bisa menjadi cermin bagi pembaca untuk memahami bagaimana luka hati dan pengkhianatan dapat dihadapi dengan keteguhan dan strategi, serta pentingnya memahami karakter orang-orang di sekitar kita lebih dalam daripada yang tampak di permukaan. Kisah ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pelajaran tentang kekuatan dan kelemahan manusia dalam menghadapi konflik keluarga. Bagi yang gemar membaca novel dengan konflik emosional dan intrik keluarga, "Madu Untuk Ipar" sangat layak untuk disimak karena menghadirkan narasi yang realistis dan menegangkan, sekaligus memberikan insight tentang bagaimana seseorang dapat bertahan dan melawan dalam situasi yang penuh tekanan.

Cari ·
cara cek harga promo