Bab 2

Amarah Ana yang tadinya mulai mereda, seketika tersu lut kembali. Ia lupa bahwa ia masih berada di lingkungan r u m a h sa kit.

"Diam kamu! D a s a r laki-laki tidak bera dab! Dengar ... mulai detik ini kami tidak akan memberikan kabar apa pun lagi kepada keluarga kalian, karena Rima sudah mening gal! Pu as?!" Luapan ama rah Ana memuncak.

Tenggo rokan Jery terasa kelu. Informasi dari Ana membuatnya terpaku sesaat. Namun, sedetik kemudian, wajahnya berubah menjadi senyum penuh kelicikan. Ia segera mengetik pesan, mengabarkan Rendi perihal k e m a t i a n Rima.

Di kota dingin, Rendi tersenyum t i p i s membaca pesan itu. Ia menye sap minumannya, menatap pemandangan malam dengan hati yang telah m a t i.

"S a y a n g, kok senyum-senyum sendiri?" Murni memeluk Rendi dengan mes ra.

"Akhirnya impian kita sebentar lagi akan terkabul, S a y a n g," ujar Rendi sembari mencubit hidung Raisya. Murni pun tersenyum penuh misteri.

Suasana duka menyelimuti ruang I C U, membawa ingatan Ana pada masa tujuh tahun silam. Masa di mana Rendi masuk ke kehidupan mereka dengan topeng kesalehan.

Pagi itu di SD Negeri Harapan, Rendi yang mengendarai motor bebek tua menyerahkan proposal kegiatan santunan a n a k yatim.

"Punten, leres ini dengan Ibu Rima?" suara pria itu sangat lembut, menunduk tak berani menatap mata Rima. "Saya Rendi, staf baru di kantor kelurahan."

Rima terpaku melihat pria yang begitu menjaga pandangan dan takut akan fitnah. Ada getaran kagum yang menyu sup ke hatinya. Sore harinya, Rima menceritakan hal itu kepada Ana dan Salmah, ibunya. Salmah pun mendukung jika Rima berhubungan dengan pria yang saleh.

Beberapa minggu berlalu, Rendi makin sering berkunjung membawa buah tangan berupa buku saku doa atau kurma. Suatu sore, ia bertamu dengan sangat sopan, menolak masuk ke r u m a h karena tidak ada mahram.

"Saya sedang ikhtiar ikut tes CPNS, Mbak. Niat saya hanya ingin memiliki pekerjaan tetap agar bisa memuliakan seorang wanita dalam ikatan yang halal," ujar Rendi pada Ana.

Kalimat itu menghu j am ha ti Salmah dan Ana. Mereka merasa telah menemukan pria idaman.

Saat Rima sa kit, Rendi datang membawakan jahe hangat dan mengaku selalu mendoakannya di sepertiga malam. Rima makin luluh dan mengabaikan sinyal-sinyal kecil, seperti sifat Rendi yang sangat perhitungan soal u a n g.

"Bagus sede kah, tapi lain kali kasih seribu saja sudah cukup, Dik. Selisihnya bisa kita ta bung untuk bia ya mahar," ujar Rendi saat Rima memberi penge mis lima ribu rupiah. Rima hanya manggut-manggut, menganggap Rendi sosok yang he mat demi masa depan.

📚 Judul: S A DIS (Aku Se ka rat, Suamiku Berkhianat)

✍️ Penulis: Muntaha H. S SKMM

Jangan lupa download KBM APP dan cari judul di atas ya!

#fyp #kbm #MuntahaH.SSKMM #RekomendasiNovel

5 jam yang laluDiedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman membaca cerita seperti SADIS ini mengingatkan saya akan betapa pentingnya mengenali tanda-tanda ketidakjujuran dalam hubungan suami-istri. Dari kisah Rima dan Rendi, terlihat jelas bagaimana kepura-puraan dapat merusak kepercayaan dan kebahagiaan keluarga. Seringkali, seseorang yang berperilaku baik dan saleh di depan banyak orang ternyata menyimpan sisi gelap yang merugikan orang terdekatnya. Pengalaman ini juga membuat saya lebih waspada terhadap perilaku pasanganku sendiri, terutama dalam hal keuangan dan komunikasi. Cerita ini mengilustrasikan bahwa kesedihan dan amarah yang dirasakan Ana bukan hanya tentang kehilangan, tetapi juga rasa dikhianati yang mendalam. Dalam kehidupan nyata, situasi seperti ini sering terjadi dan memerlukan dukungan emosional yang kuat dari lingkungan sekitar untuk bisa bangkit kembali. Selain itu, novel ini juga mengangkat isu penting tentang bagaimana korban pengkhianatan suami kadang kala merasa terasing dan harus menghadapi tekanan psikologis yang berat. Membaca cerita ini, saya jadi lebih memahami pentingnya empati dan sikap suportif terhadap teman atau keluarga yang mengalami masalah rumah tangga serupa. Jika Anda ingin mendalami kisah sedih penuh pengkhianatan dan pelajaran tentang kehidupan berumah tangga, SADIS adalah bacaan yang tepat. Novel ini bukan hanya menghibur tapi juga memberikan wawasan tentang dinamika emosi dan perjuangan dalam menghadapi cobaan hidup yang tidak mudah.

Cari ·
how to reply to multiple comments