Part 2

“D a s a r perempuan k e r a s kepala tidak tahu diri!”

Langkah Putri terhenti sesaat.

“Sudah m a n d u l, cuma j u a l an cilok keliling, sekarang masih berani pasang har ga di ri di depan Ibu?!”

Putri menge palkan tangan, tetapi tetap memilih berjalan menuju k a m a r.

“Kamu pikir a n a k Ibu masih butuh perempuan ku sam seperti kamu?” Bu Rina terus berte riak. “Arga sekarang sudah jadi PNS! Masih banyak perempuan terpelajar yang jauh lebih pan tas mendampinginya!”

“Bu, sudah! Cukup!” ben tak Arga.

“Kenapa tidak boleh?! Ibu cuma bicara kenyataan!”

“Jangan h i n a Putri lagi!”

Bu Rina tertawa si nis.

“Kamu masih membelanya? Kalau memang masih s a y a n g, kenapa kamu meng h a m i l i perempuan lain?!”

Arga langsung terdiam.

Putri masuk ke k a m a r dan mengun ci pintu.

Brak!

“Put...” Arga mengge dor dari luar. “T o l o n g buka pintunya, S a y a n g.”

Putri tidak menjawab.

“Put, kita bicara baik-baik. Aku tahu aku salah besar!”

Sunyi.

“Aku masih sangat menc1ntaimu, Put!”

Air mata Putri akhirnya jatuh.

“Cinta?” gumamnya lirih.

Arga kembali mengetuk.

“Aku cuma ingin bertanggung jawab kepada Salma. Tapi aku juga tidak mau kehilangan kamu.”

Putri memejamkan mata.

“Mas...”

“Iya, Put?”

“Apa menurut Mas seorang perempuan bisa ti dur nyenyak setelah tahu suaminya akan pulang bergantian dari r a n j a n g perempuan lain?”

Arga terdiam.

“Apa Mas berpikir aku akan tersenyum menyambut Mas setiap malam, lalu mengantar Mas ke r u m a h istri satunya keesokan harinya dengan ikhlas?”

“Put...”

“Sebegitu mu rah dan kotornya har ga di ri ku di mata Mas Arga?”

Tidak ada jawaban.

Putri kemudian membuka lemari. Ia mema sukkan beberapa p a k a i a n sederhana ke dalam tas kain biru.

Di sudut lemari, tangannya menemukan sebuah buku ta bu ngan.

Buku yang selama tiga tahun ia isi sedikit demi sedikit dari hasil berju alan cilok.

U w a n g yang ia kumpulkan untuk r u m a h, kendaraan, dan bi a y a S2 Arga.

Putri mena tap angka di halaman terakhir.

Puluhan j u t a ru piah.

Air ma ta nya kembali menetes.

“Ternyata...” bi siknya.

“Aku masih punya sesuatu.”

“Bukan suami.”

“Bukan r u m a h.”

“Tapi... kesempatan untuk berdi ri di atas kakiku sendiri.”

Putri mema sukkan buku ta bu ngan itu ke dalam tas.

Ia mengambil KTP, ijazah, buku nikah, d o m pet, lalu memandang foto pernikahan mereka.

Dalam foto itu, Arga menggeng gam tangannya seolah tak akan pernah mele paskannya.

Srett...

Putri membalik foto itu menghadap ke bawah.

“Put... aku mohon. Jangan pergi.”

Putri menyampirkan tas ke bahunya.

Ia tidak lagi ingin memperta hankan r u m a h tangga yang memak sanya berba gi suami.

Malam itu, Putri bukan sedang melarikan diri.

Ia sedang menyelamatkan h a r g a di ri nya.

Dan untuk pertama kalinya setelah tiga tahun menikah, ia memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

BERSAMBUNG...

PENASARAN DENGAN KELANJUTANNYA?

Yuk, baca bab selengkapnya sekarang juga cuma di KBM APP!

📚 Judul: Ter j e r a t Cinta Putri Cilok

✍️ Penulis: JuwitaJS

Jangan lupa download KBM APP dan cari judul di atas ya!

#kbm #TerjeratCintaPutriCilok #JuwitaJS #RekomendasiNovel

2 jam yang laluDiedit ke