Karier setiap orang bergerak ke arah yang berbeda. Perusahaan yang baik paham bahwa nggak semua perjalanan berakhir di tempat yang sama.
Pengalaman saya di dunia kerja mengajarkan bahwa keputusan karyawan untuk resign bukan selalu karena masalah di perusahaan. Banyak faktor personal dan profesional yang mempengaruhi, seperti mencari tantangan baru, ingin mencoba bidang industri berbeda, atau mengejar keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Sebagai HR, saya sering melihat stigma yang salah arah bahwa karyawan resign berarti perusahaan gagal. Padahal, hal ini belum tentu benar. Kadang seorang karyawan resign setelah mendapatkan pengalaman dan pengembangan di perusahaan yang membuatnya siap melangkah ke babak karier berikutnya. Ada juga faktor budaya perusahaan yang meskipun baik, tidak bisa menjamin seseorang akan bertahan selamanya. Setiap individu memiliki tujuan karier yang unik; beberapa ingin pertumbuhan cepat, beberapa mencari stabilitas, dan lainnya mengejar passion atau work-life balance yang lebih baik. Menurut pengalaman saya, keberhasilan sebuah perusahaan lebih baik diukur dari seberapa banyak pengalaman berharga yang didapat karyawan saat mereka bekerja di sana, bukan hanya lamanya mereka bertahan. Oleh karena itu, perusahaan yang baik seharusnya mendukung perkembangan karyawan, bahkan jika akhirnya mereka bergerak ke tempat lain. Jika kamu pernah mengalami resign atau sedang mempertimbangkan, penting untuk memahami bahwa ini bagian dari perjalanan karier yang normal. Bagikan pengalaman kamu di kolom komentar dan mari berdiskusi tentang bagaimana kita bisa melihat resign dari sisi positif bagi pengembangan diri.










