Offline sekarang menjadi status simbol untuk genz. Akhir-akhir ini aku lagi ngerasa bosen sama internet. Bener-bener bosen. Dan ternyata aku gak sendiri.
Aku liat di yt ada banyak video essay yang ngebahas soal Internet Is Not Fun Anymore. Tapi karena aku nyari duit receh lewat internet, plus kerjaan aku juga berhubungan dengan internet jadi aku gak bisa lepas gitu aja💸💸.
Maka dari itu aku setuju sama offline is the new flex. Bisa offline tanpa harus mikirin uang itu jelas suatu yang bisa dipamerkan😭😭. Nah, di #fypanalysis kali ini aku mau share sedikit soal offline yang jadi status simbol genz saat ini.
... Baca selengkapnyaJujur, makin ke sini aku makin sering mikir: dulu kita yang ngejar online, sekarang malah pengin bisa bilang, "sorry, offline" tanpa rasa bersalah. Rasanya kayak, kalau dulu flexing itu soal HP terbaru atau followers banyak, sekarang justru bisa offline dan hidup tenang yang jadi gen z flex banget.
Aku sempat lihat tren The Offline Club di Eropa, di mana orang-orang sengaja kumpul bareng, tapi semua gadget ditaro dulu. Fokusnya cuma baca buku, ngobrol, atau journaling. Simpel, tapi kok kedengeran mewah banget ya? Mungkin karena di era notifikasi nggak ada habisnya, punya waktu yang bener-bener offline itu kerasa kayak simbol status baru.
Di sisi lain, ada juga tren HP minimalis kayak Light Phone yang digadang-gadang sebagai simbol gaya hidup premium. Fiturnya terbatas, cuma buat telepon, SMS, dan beberapa hal basic. Sepintas kelihatan lucu, kok orang rela bayar mahal buat HP yang fiturnya sedikit? Tapi kalau dipikir lagi, bayar buat ketenangan dan privasi itu ternyata jadi bentuk "kemewahan" baru. Nggak semua orang bisa lepas dari smartphone canggih, apalagi kalau kerjaannya bergantung sama internet.
Ngomongin privasi, menurutku ini juga salah satu alasan kenapa offline jadi simbol status. Di era oversharing, di mana apa pun bisa jadi konten, punya bagian hidup yang nggak diketahui siapa-siapa itu rasanya eksklusif banget. Dulu mungkin kita bangga kalau bisa upload semua momen ke story, sekarang justru beberapa momen pengin disimpan sendiri aja, biar jadi memori pribadi, bukan konsumsi publik.
Aku sendiri sering ngerasa burn out sama internet. Stiker WA hilang dari lane, chat numpuk, DM belum kebales, kerjaan numpuk, berita tiap hari bikin anxious. Kadang pengin banget cabut seharian, matiin data, baca buku atau journaling ditemani kopi. Tapi realitanya, nggak semua dari kita bisa sembarang offline karena kerjaan dan income masih bergantung banget sama dunia online.
Makanya, menurutku offline jadi simbol status karena ada privilege di baliknya: punya waktu, finansial, dan mental yang cukup buat nggak selalu stand by. Bisa nggak balas chat secepat itu, bisa nggak ikut semua tren viral terbaru, bisa pilih circle dan informasi yang mau kita konsumsi.
Kalau kamu juga lagi capek sama internet, mungkin bisa mulai dari hal kecil: atur jam khusus offline, matiin notifikasi tertentu, atau bikin"offline time" sebelum tidur. Nggak harus langsung ekstrem, tapi pelan-pelan belajar mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan. Pada akhirnya, flex paling keren menurutku bukan lagi soal siapa yang paling ramai online, tapi siapa yang paling tenang walau nggak selalu terlihat.