Sourdough starter✨
pertama kali bikin sourdough starter terus jadi tapi bingung ga punya open hahahaha
Membuat sourdough starter pertama kali memang bisa terasa menantang, terutama jika kita tidak mempunyai oven untuk memanggang roti. Dari pengalaman saya mencoba membuat starter ini, yang penting adalah kesabaran dan konsistensi dalam merawat starter tersebut tiap hari. Awalnya saya juga bingung bagaimana seharusnya proses fermentasi dan pemberian makan (feeding) yang benar. Biasanya, saya menggunakan tepung terigu protein sedang dan air yang sudah didiamkan selama beberapa jam agar klorin hilang, membuat fermentasi lebih optimal. Selama masa fermentasi, suhu ruangan sangat mempengaruhi hasil sourdough starter, jadi pastikan tempat pembuatan starter tidak terlalu dingin. Saya sering menyimpan starter di dekat jendela yang terkena sinar matahari pagi agar fermentasi berjalan lancar. Selain itu, meskipun saya tidak punya oven, saya tetap bisa menikmati proses pembuatan sourdough dengan membuat starter lebih dulu sebagai persiapan. Kamu bisa menggunakan starter tersebut untuk resep roti yang memanggang di kompor atau pemanggang listrik sederhana. Salah satu trik yang saya pelajari adalah memperhatikan tanda-tanda bahwa starter sudah aktif, seperti munculnya gelembung kecil dan baunya yang sedikit asam segar, bukan bau busuk. Jika kamu menghadapi masalah starter tidak aktyf, jangan ragu untuk membuang sebagian starter dan menambahkan tepung serta air baru untuk menyegarkan campuran. Terus berlatih dan eksplorasi resep akan membuat proses ini semakin menyenangkan dan hasil roti sourdough juga semakin maksimal. Semoga pengalaman ini bermanfaat untuk teman-teman yang juga baru ingin mencoba membuat sourdough starter di rumah. Ingat, jangan takut gagal karena proses ini memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Selamat mencoba dan menikmati proses membaking dengan cara alami dan tradisional!
















































