2025/9/8 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku kerja di PWA Rembang kurang lebih 3 tahun 8 bulan, dan jujur aja rasanya campur aduk waktu akhirnya bener-bener ngalamin momen "berangkat pagi, pulang resign". Dari luar orang cuma lihat pabrik yang selalu rame, tapi di dalamnya ada banyak cerita karyawan yang bertahan, pindah, sampai akhirnya berani ambil keputusan resign. Buat yang lagi cari info soal kerja di PWA Rembang atau lagi galau mau lanjut apa nggak, aku share beberapa hal yang aku rasain. Pertama soal pola kerja. Di pabrik, ritme kerjanya memang keras: berangkat pagi, kadang pulang sudah gelap, apalagi kalau lembur. Awal-awal masih semangat, tapi lama-lama mulai kerasa capek fisik dan mental. Badan mulai gampang pegel, tidur nggak nyenyak, dan tiap bangun pagi rasanya berat banget buat berangkat. Hal lain yang bikin aku mikir panjang adalah soal perkembangan diri. Setelah beberapa tahun, aku mulai ngerasa stuck. Kerjaan tiap hari sama, posisi nggak banyak berubah, dan aku mulai nanyain diri sendiri: mau sampai kapan kayak gini? Dari situ aku mulai pelan-pelan cari info kerjaan lain, nabung, dan nyiapin rencana kalau nanti beneran resign. Proses resign-nya sendiri nggak segampang tulisan "Finally, berangkat pagi, pulang resign" di foto. Ada rasa nggak enak sama teman kerja, rasa takut kalau nyesel, dan khawatir soal penghasilan setelah nggak kerja di PWA Rembang. Tapi setelah ngobrol sama keluarga dan teman dekat, aku akhirnya yakin kalau kesehatan dan masa depan harus jadi prioritas. Buat yang masih kerja di PWA Rembang atau pabrik lain, menurutku penting banget buat terus evaluasi diri: masih kuat nggak dengan ritme kerja sekarang, ada kesempatan berkembang nggak, dan gimana kondisi badan serta mental. Kalau memang masih cocok dan nyaman, nggak masalah lanjut. Tapi kalau tiap hari berasa makin tertekan, nggak ada tujuan, dan sering mikir pengen resign, nggak ada salahnya pelan-pelan nyiapin jalan keluar. Sekarang setelah resign, aku lagi coba cari peluang lain di luar dunia pabrik. Nggak langsung enak, tapi setidaknya aku merasa lebih lega karena berani ambil keputusan buat diri sendiri. Buat kamu yang lagi search soal PWA Rembang atau lagi bingung antara bertahan atau resign, semoga cerita singkat ini bisa jadi bahan pertimbangan, bukan cuma lihat sisi "trend" atau hashtag doang, tapi realita di balik kehidupan kulipabrik yang berangkat pagi dan suatu hari pulang dengan status resign.

Posting terkait

Terimakasih temen ribut
Nah ini penting banget Bu... Wanita "mandiri" itu keren, tapi kalau "kemandiriannya kebangetan" kasihan suaminya jadi ngerasa nggak dibutuhin 🤍 Nabi aja suami paling hebat sedunia, tetep minta tolong Aisyah jahit baju, masakin. Suami tuh butuh ngerasa "jadi laki-laki" di
iina. bolank

iina. bolank

2 suka

Kolase tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menampilkan berbagai ucapan selamat ulang tahun, doa, dan pesan terima kasih. Terdapat tulisan besar 'Terima kasih' dengan spanduk 'Ibu, Bpk, Om, adek dan teman teman semuanya atas doanya'.
Terima kasih
#kolasefoto
rahmat may

rahmat may

1 suka

Kebersamaan untuk dikenang di 2025. Terima kasih
#Lemon8Scrapbook
BU ANIK

BU ANIK

1 suka

Gambar menampilkan kutipan tentang menyusui yang menyatakan bahwa meskipun gratis secara finansial, biayanya adalah waktu, tidur, dan tenaga ibu. Namun, momen kecil penuh cinta membuatnya berharga. Terdapat logo Lemon8 dan nama pengguna 'aya hawa'.
Terima Kasih ya bu …
Menyusui memang gratis, tapi biayanya adalah diri kita sendiri. Waktu, tenaga, tidur, dan kenyamanan yang terpakai semuanya untuk cinta yang tak ternilai. 🤍 #menyusui #perjalananASI #pejuangASI #SharingIbunPrayaHawa
praya_hawa

praya_hawa

0 suka

Makasih Bu Pitri
Dua hari belajar seru bareng 60 siswa SMKN 1 Tanjung Pinang! Dari Click ➝ Create ➝ Convert, mereka bukan cuma dapat teori, tapi langsung praktek nyata 🚀 Kata Bu Pitri “Pengalaman ini ngasih kesan mendalam!” 💡🔥 terimakasih Bu Pitri #DigitalMarketingSMK #BelajarZamanNow #madanirei #
Madani Ahmad

Madani Ahmad

1 suka

Lihat lainnya