Bismillah dekengan e gusti Allah.
Ungkapan "Soyo gede, soyo ngerti. Abot e golek rezeki, sing halal, sing isoh mberkahi" mengandung pesan yang sangat kuat dan relevan untuk kita semua, khususnya ketika menjalani fase kehidupan yang semakin kompleks. Kata-kata ini berasal dari budaya Jawa Timur dan Sulawesi Tenggara, yang menekankan bahwa seiring bertambahnya usia, seseorang diharapkan untuk semakin bijaksana dan paham mengenai kehidupan. Pertama, "Soyo gede, soyo ngerti" mengandung makna bahwa kedewasaan tidak hanya soal fisik yang bertambah, tetapi juga tentang bertambahnya pemahaman, kebijaksanaan, dan kesadaran moral. Dengan bertambahnya usia, seseorang diharapkan mampu memahami lebih dalam nilai-nilai kehidupan, tanggung jawab, dan sikap yang seharusnya dijalankan. Selanjutnya, bagian "Abot e golek rezeki, sing halal, sing isoh mberkahi" menegaskan pentingnya usaha mencari penghidupan dengan cara yang benar, yaitu melalui rezeki yang halal dan bisa memberikan keberkahan. Hal ini selaras dengan ajaran agama dan norma sosial yang mengutamakan kejujuran, kerja keras, dan menjaga berkah dalam hidup. Dengan mencari rezeki secara halal, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi juga menjaga kedamaian hati dan hubungan baik dengan sesama dan Tuhan. Pesan ini sangat berguna untuk mengingatkan kita agar selalu memperhatikan kualitas rezeki yang kita cari, bukan hanya kuantitas atau cepat kaya semata. Dalam konteks modern, pesan ini bisa menjadi penguat bagi siapa saja yang berbisnis, bekerja, atau mencari peluang hidup dengan integritas dan nilai-nilai kebaikan. Selain itu, ungkapan ini juga sering digunakan dalam bahan pembelajaran dan peningkatan kompetensi bagi penyuluh agama di lingkungan Kementerian Agama, khususnya di Sulawesi Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut tidak hanya penting pada level individu, tetapi juga sebagai landasan pengajaran dan pedoman dalam tugas penyuluhan keagamaan serta pengembangan komunitas yang lebih baik. Dengan memahami pesan "Soyo gede, soyo ngerti. Abot e golek rezeki, sing halal, sing isoh mberkahi," kita diajak untuk selalu introspeksi, belajar dari pengalaman hidup, dan berusaha keras dengan cara yang benar agar hidup kita bermanfaat dan diberkahi. Ungkapan ini merupakan pengingat sederhana namun sangat mendalam yang harus terus dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

























