Tradisi Sadranan tiap bulan Syaban atau Ruwah kalender Jawa di Karangmoncol, Sanggrahan, Prambanan, Klaten berlangsung khidmat dan meriah. Warga berebut sajian makanan utamanya buah dan jajanan pasar yang sudah terlebih dulu didoakan, Minggu 8/2/2026 pukul 16.00 WIB.
📽 @infogunungkidulcom
Menghadiri Tradisi Sadranan di Karangmoncol memberi saya pengalaman tak terlupakan yang sarat dengan nilai budaya dan kebersamaan. Acara yang biasanya berlangsung tiap bulan Syaban atau Ruwah ini tidak hanya menjadi momen berdoa dan refleksi, tapi juga sarana mempererat hubungan antar warga. Salah satu hal yang paling menarik adalah tradisi rebutan buah dan jajanan pasar yang telah didoakan. Saya perhatikan, kegiatan ini melambangkan rasa syukur dan berbagi rezeki. Suasana menjadi hangat dan penuh semangat ketika warga dengan ceria memperebutkan makanan tersebut. Kenduri berujung pada kebahagiaan yang terasa nyata di setiap wajah. Tidak hanya makanan, tradisi ini juga mengajarkan pentingnya menjaga nilai-nilai leluhur dan kekerabatan. Lokasi Sadranan di Karangmoncol, Sanggrahan, Prambanan, Klaten pun menjadi saksi betapa budaya lokal tetap lestari dan dihormati. Tahun demi tahun, kegiatan ini tetap dilaksanakan secara khidmat dan meriah, menjadi warisan yang patut kita lestarikan. Menurut saya, ikut serta dalam Tradisi Sadranan ini membuka perspektif baru soal pentingnya menjaga tradisi serta menjalin solidaritas komunitas. Buah dan jajanan pasar yang didoakan memberi makna tersendiri, tidak hanya sekedar makanan, tetapi sebagai simbol berkah dan harapan. Pengalaman kebersamaan seperti ini penting untuk lebih mengenal dan mencintai budaya kita sendiri.













































