Tadi pagi sungai belik Pandes, Wonokromo, Pleret, Bantul terkena limbah.
Air sungai banyak busanya mengakibatkan ikan-ikan mati, kejadian ini bukan yang pertama kali, sebelumnya juga sudah pernah terjadi, kejadian yang berulang terkesan pelaku tidak terkena efek jera 🙏🏼
#Jogja #Yogyakarta #info #news #update
@jjp48officia
Sebagai warga yang peduli dengan kelestarian lingkungan, saya merasa sangat prihatin dengan kondisi Sungai Belik yang kerap tercemar limbah hingga menyebabkan kematian ikan. Kejadian seperti ini bukan hanya merusak ekosistem sungai, tetapi juga memengaruhi mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sungai tersebut. Dari pengalaman saya mengikuti berbagai isu lingkungan di daerah Yogyakarta, limbah yang menyebabkan buih banyak di sungai biasanya berasal dari bahan kimia rumah tangga atau limbah industri yang belum terolah dengan baik. Hal ini menimbulkan oksigen dalam air berkurang drastis sehingga ikan-ikan kesulitan bernapas dan akhirnya mati. Upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Pemerintah perlu memperketat pengawasan dan mengambil tindakan tegas bagi pelaku pencemaran agar kejadian berulang ini tidak terus terjadi dan memberi efek jera. Selain itu, edukasi tentang pengelolaan limbah yang benar juga penting untuk disosialisasikan kepada warga sekitar. Sebagai masyarakat, kita bisa turut berpartisipasi dengan tidak membuang sampah sembarangan, melaporkan kegiatan mencurigakan yang berpotensi mencemari sungai, serta ikut serta dalam kegiatan bersih-bersih sungai secara berkala. Membangun kepedulian komunitas lokal sangat penting agar lingkungan tetap terjaga. Sungai bukan hanya sumber air, tapi juga bagian penting dari ekosistem dan kebudayaan setempat. Menjaga kebersihannya adalah kewajiban kita semua agar generasi mendatang dapat menikmati lingkungan yang sehat dan lestari.































