Jogja macet di jam jam pagi 🥹 Ga cuma di nitikan tapi di beberapa sudut Jogja juga. Sudah banyak pak ogah yang jaga
Harus ada petugas yang membantu?
Di kasih pembatas?
Atau ada ide yang lebih baik??
Sebagai warga Jogja yang sering melalui JL Nitikan pada pagi hari, saya merasakan langsung betapa padat dan ruwetnya kondisi lalu lintas di beberapa sudut kota ini. Kemacetan yang terjadi tidak hanya membuat kita terlambat, tetapi juga menimbulkan stres bagi para pengendara. Adanya pak ogah yang membantu mengatur lalu lintas memang sangat membantu, terutama di titik-titik rawan kemacetan. Namun, saya pikir kehadiran mereka tidak cukup untuk mengatasi masalah yang sudah kronis ini. Mereka sering berteriak-teriak dan berusaha mengatur tapi tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, usaha mereka jadi kurang maksimal. Menurut saya, penambahan petugas resmi dari Dinas Perhubungan yang memiliki otoritas lebih baik akan sangat membantu. Petugas ini bisa hadir dengan seragam resmi dan peralatan yang memadai sehingga pengendara lebih patuh terhadap arahan. Selain itu, pemasangan pembatas jalan mungkin bisa menjadi solusi jangka pendek untuk mengatur alur kendaraan dan menghindari saling desak yang menyebabkan kemacetan. Namun, solusi jangka panjang sebaiknya melibatkan penataan ulang tata jalan dan pengembangan transportasi umum. Pemerintah bisa mempertimbangkan membuat jalur khusus angkutan umum dan sepeda agar kepadatan kendaraan pribadi berkurang. Pengalaman saya, di beberapa kota lain, kemacetan berkurang setelah ada sistem ganjil-genap kendaraan dan tambahkan akses transportasi yang nyaman. Jogja juga bisa belajar dari pengalaman tersebut dan menerapkannya dengan menyesuaikan kondisi lokal. Akhirnya, ide terbaik bisa lahir dari kolaborasi antara warga, petugas, dan pemerintah. Diskusi terbuka serta inovasi langkah-langkah penataan lalu lintas sangat dibutuhkan supaya Jogja tidak hanya cantik secara budaya tapi juga lancar dalam mobilitas sehari-hari.




























