Misteri kenapa cardio katanya bikin otot hilang akhirnya terbongkar. 🏃🏻♂️💪
Ternyata yang lebih sering jadi masalah bukan cardionya, tapi recovery, asupan, dan cara mengatur latihannya.
Gimana? Masih takut cardio?
Sebagai seseorang yang sudah rutin melakukan latihan gabungan antara cardio dan strength training, saya sangat setuju bahwa cardio tidak otomatis menyebabkan otot hilang. Dulu saya juga sempat takut melakukan cardio karena khawatir massa otot akan mengecil. Namun setelah saya memperbaiki pola makan, terutama asupan protein, dan memberikan waktu yang cukup untuk pemulihan, saya justru merasakan manfaat yang signifikan. Mengejar stamina dengan cardio intensitas sedang yang saya lakukan setelah latihan beban ternyata membantu mempercepat recovery otot. Dengan tubuh yang terhidrasi dan nutrisi terpenuhi, pemulihan jadi lebih cepat dan hasil pembentukan otot tetap optimal. Saya juga memastikan tidur malam cukup agar hormon pertumbuhan otot berjalan lancar. Hal penting lainnya adalah tidak berlebihan dengan durasi dan intensitas cardio. Sebisa mungkin cardio dilakukan dengan intensitas ringan sampai sedang supaya pembakaran lemak jadi optimal tanpa memicu tubuh menggunakan otot sebagai sumber energi. Jika terlalu berat tanpa asupan yang seimbang, tubuh memang akan berada dalam kondisi katabolik dan otot bisa menyusut. Pengalaman saya ini sesuai dengan penjelasan yang cukup rinci seperti yang dijelaskan oleh Juki Workout—bahwa masalah otot hilang sebenarnya berasal dari cara mengelola latihan, asupan, dan waktu istirahat, bukan cardio itu sendiri. Jadi untuk pembaca yang juga ingin menggabungkan cardio dan strength training, fokuslah pada pengaturan total gaya hidup olahraga dan nutrisi, bukan hanya menghindari cardio karena takut otot hilang. Selamat mencoba dan tetap semangat berlatih!








































