... Baca selengkapnyaJujur aku dulu juga sempat bingung, apa sih sebenarnya tuma'ninah itu? Dari kecil sering dengar kata "sholat yang tenang, jangan terburu-buru", tapi nggak pernah benar-benar dijelasin tuma'ninah itu gerakan yang kayak gimana.
Pengertian tuma'ninah secara sederhana adalah: berhenti sebentar dengan tenang di setiap rukun sholat, sampai semua anggota badan benar-benar diam, bukan cuma lewat aja. Jadi bukan sekadar gerakan pelan, tapi ada jeda tenang yang kerasa. Banyak ulama menjelaskan tuma'ninah adalah bagian dari rukun sholat, artinya kalau sengaja ditinggalkan, sholatnya bisa batal.
Contoh tuma'ninah dalam sholat:
- Saat rukuk tumaninah: setelah posisi rukuk sempurna (punggung rata, tangan di lutut, kepala sejajar punggung), kita diam sebentar sampai tenang, lalu baru baca tasbih setidaknya sekali dengan jelas, misalnya "Subhana rabbiyal ‘azhim".
- Saat i'tidal: bangun dari rukuk, berdiri tegak dulu, jangan langsung turun sujud. Diam sejenak sampai badan stabil, lalu baca "Rabbana lakal hamd".
- Saat sujud: setelah dahi, hidung, telapak tangan, lutut, dan ujung kaki menempel di sajadah, jangan langsung naik lagi. Diam sampai terasa tenang, lalu baca tasbih sujud.
- Saat duduk di antara dua sujud: ini sering banget dilewatin cepat. Padahal harus duduk dengan tenang dulu, baca doa minimal sekali, baru turun sujud lagi.
Dulu aku tipe yang kalau sholat di kejar pekerjaan rumah, anak nangis, atau udah ngantuk berat, gerakannya asal nempel aja. Dari luar kelihatan "sholat" sih, tapi kalau diukur pakai standar tuma'ninah, ternyata banyak rukunnya yang nggak tenang. Setelah tahu kisah Nabi Muhammad SAW yang menyuruh seorang sahabat mengulang sholat karena terlalu cepat dan tidak tuma'ninah, aku jadi mikir ulang: jangan-jangan sholatku selama ini cuma gerak badan, belum sampai derajat sholat yang sah secara sempurna.
Sekarang aku coba beberapa tips praktis:
1. Niatkan dari awal: "Aku mau sholat pelan dan tuma'ninah." Niat ini membantu menahan diri biar nggak kebut-kebutan.
2. Pakai patokan nafas: di setiap rukuk dan sujud, minimal tahan sampai satu–dua tarikan nafas yang tenang.
3. Sadar kalau sholat itu sebentar: 5–10 menit sholat tuma'ninah jauh lebih berharga daripada 2 menit sholat seperti "ayam makan jagung" tapi berisiko nggak sah.
4. Kalau anak rewel, kadang aku alihkan dulu sebentar atau ajak dekat sajadah, baru sholat dengan lebih tenang, daripada maksain sholat kilat.
Buat kamu yang masih suka khawatir, "sholatku yang dulu gimana ya?", kita tetap bisa banyak istighfar dan perbaiki dari sekarang. Yang penting, setelah tahu apa itu tuma'ninah, pengertian tumakninah, dan contoh gerakannya, jangan sengaja lagi sholat terburu-buru. Pelan, tenang, tapi pasti sah — insya Allah lebih menenangkan hati juga.