Cara atur hormon bahagia biar gak gampang badmood✅
Hai bestie🍋
Kadang ada hari dimana rasanya mood naik turun tanpa alasan, apalagi kamu seorang IRT yang 24 jam dirumah, ngurus anak, rumah, belum lagi suami yg gak peka🫣
Aku mikirnya dulu, apa aku yg "baperan" ya?
Tapi ternyata itu efek dari hormon bahagia yg gak seimbang.
Jadi aku coba mengatur hormon bahagia versiku sendiri. Gak ribet, gak mahal, tapi efeknya lumayan banget buat hati dan pikiran.
Intinya...
ngatur hormon bahagia itu gak harus maksa diri buat selalu ceria, tapi belajar mengerti sinyal tubuh dan hati kita. Kadang cuma butuh duduk tenang, tarik nafas, dengarin lagu favorit buat ngatur ulang sinyal bahagia itu.
Sekarang kalau aku lagi badmood, aku gak buru-buru nyalahin keadaan.
Aku cuma tanya ke diri sendiri "yang kurang hari ini apa ya, serotonin, dopamin, oksitosin atau endorfin?".
Kalin cobain juga deh bestie, trus rasakan perubahan dan manfaat nya🫶
... Baca selengkapnyaPengalaman aku sebagai IRT yang sering merasa bad mood, aku mencoba kenali fungsi masing-masing hormon bahagia dalam tubuh dan bagaimana cara alami menstabilkannya.
Dopamin, misalnya, berfungsi meredakan stres dan meningkatkan perasaan senang. Aku sering meditasi ringan, bikin to-do list harian, menulis jurnal, atau karaoke sambil menikmati secangkir kopi sebagai stimulasi dopamin. Cara ini simpel tapi ampuh bikin suasana hati jadi lebih baik.
Serotonin penting untuk mengatur suasana hati, nafsu makan, serta siklus tidur. Aku rutin olahraga ringan, berjemur pagi hari, dan cukup tidur supaya serotonin terpenuhi. Selain itu, kalau mood sedang buruk, aku ingat kata kata motivasi sederhana yang membuat perasaanku berangsur membaik.
Endorfin juga hormon yang saya manfaatkan, karena fungsinya sebagai pereda nyeri alami dan respons terhadap stres. Cara favoritku adalah ngemil manis-manis, mendengarkan jokes receh, menghirup aromaterapi, dan tentunya ketawa bareng anak-anak. Hal ini tanpa aku sadari langsung meningkatkan kualitas mood harian.
Tidak kalah penting, oksitosin, hormon cinta dan kebahagiaan yang sangat berpengaruh pada hubungan sosial. Aku selalu luangkan waktu untuk peluk anak-anak, ngobrol hangat sama teman dekat, atau sekadar doa bersama keluarga. Hal ini memperkuat rasa nyaman dan bahagia dari dalam diri.
Jadi, jangan salahkan diri saat bad mood datang. Coba evaluasi hormon bahagiamu dan penuhi kebutuhannya dengan cara praktis yang aku bagikan. Cara ini bukan cuma mudah dan murah, tapi sudah aku coba sendiri dan merasakan manfaatnya bertahap tiap hari.
Semoga tips ini membantu kamu yang juga ingin mengatur hormon bahagia dan menikmati hidup lebih positif meski di tengah rutinitas yang padat!