Rumput teki di kebun saya masih jadi masalah yang bikin pusing #berkebun #kebun #berkebundirumahaja #gardening #growyourownfood #homegrown #kebunorganik
Jujur, pertama kali berkebun aku cuma tahu rumput itu ya rumput aja. Baru setelah sering ke kebun, aku ngeh kalau ada satu jenis rumput liar yang bandel banget: rumput teki. Sudah dicabutin, eh beberapa minggu muncul lagi di tempat yang sama. Biar nggak salah, aku belajar dulu ciri-ciri rumput teki. Biasanya daun rumput teki itu lebih kaku dan tajam dibanding rumput biasa, warnanya hijau agak tua, dan kalau diperhatiin pangkalnya itu seperti membentuk segitiga kalau dipegang. Akar dan umbinya kecil-kecil warna kecokelatan, nempel di tanah dan susah banget diangkat kalau cuma ditarik bagian daunnya. Rumput teki ini termasuk jenis rumput liar yang tumbuh masif, apalagi di tanah kebun yang sering disiram. Bedanya dengan rumput liar lain, dia punya umbi di bawah tanah. Jadi walaupun bagian atasnya sudah kita cabut, umbinya masih hidup dan siap tumbuh lagi. Di kebun aku, area yang sering aku biarkan kosong tanpa mulsa, pasti langsung diambil alih sama rumput teki. Banyak yang suka bingung bedain nama rumput liar, apalagi buat yang baru pindah dari kota dan mulai berkebun. Ada juga rumput liar yang sering menempel di celana (bijinya nempel di kain kalau kita lewat), tapi itu beda lagi jenisnya. Rumput teki nggak nempel di celana, tapi dia ganggu karena menyerap nutrisi dan air yang harusnya buat tanaman utama. Dari pengalaman pribadi, beberapa cara yang lumayan membantu mengendalikan rumput teki di kebun: 1. Cabut sampai umbi Jangan cuma tarik daunnya. Aku biasanya pakai garpu taman kecil untuk ngorek tanah pelan-pelan sampai umbinya ikut keangkat. Memang lebih lama, tapi lebih awet bersihnya. 2. Siram dulu sebelum bersihin Tanah yang agak basah bikin umbi lebih mudah diangkat. Kalau tanah kering, umbinya suka putus dan tertinggal di dalam. 3. Pakai mulsa tebal Di bedengan yang aku kasih mulsa (daun kering, sekam, atau rumput kering yang sudah layu), pertumbuhan rumput teki jauh berkurang. Cahaya yang terhalang bikin dia susah tumbuh. 4. Jangan biarkan tanah kosong Setiap ada area kosong di kebun, aku usahakan tanami sesuatu atau minimal ditutup mulsa. Tanah kosong itu kayak undangan terbuka buat rumput liar. Soal umbi rumput teki, aku juga lagi eksplor. Ada yang bilang di beberapa daerah umbinya dimanfaatkan, tapi aku pribadi masih fokus ke cara ngendaliinnya dulu supaya kebun organik di rumah tetap rapi. Kalau kalian punya info soal umbi rumput teki buat apa, boleh banget share di kolom komentar versi kalian. Intinya, kenali dulu ciri-ciri rumput teki, bedakan dari jenis rumput liar lain, baru perlahan atur strategi di kebun. Nggak bisa hilang 100% sih, tapi setidaknya bisa dikendalikan supaya nggak ngalahin tanaman sayur dan buah yang kita tanam di rumah.
































kaa hasil dari rumput tekinya mana?? aku pake minyak cyperus buat ngilangin bulu looh