... Baca selengkapnyaJujur, baru belakangan ini aku ngeh kalau beberapa kebiasaan yang selama ini aku anggap “normal” ternyata cukup toksik buat diri sendiri. Bukan cuma soal scroll medsos berjam-jam, tapi juga kebiasaan kecil lain yang diam-diam nguras energi dan bikin mental gampang capek.
Misalnya, makan sambil main HP. Awalnya kupikir ini cara biar nggak bosan, sambil nonton konten atau stalking sosmed. Tapi lama-lama aku sadar, aku jadi nggak benar-benar menikmati makanan. Sering banget kebablasan makan karena fokus ke layar, bukan ke rasa kenyang. Perut jadi gampang nggak enak, kadang kembung dan susah fokus setelahnya. Sekarang aku coba pelan-pelan: pas makan, HP aku taruh agak jauh. Awkward di awal, tapi ternyata rasanya lebih mindful dan perut juga kerasa lebih nyaman.
Begadang juga salah satu kebiasaan yang dulu aku banggakan, seolah-olah produktif kalau tidur larut. Padahal besoknya badan remuk, mood gampang naik turun, dan kerjaan malah berantakan. Aku mulai coba atur jam tidur, minimal satu jam sebelum tidur nggak pegang HP, nggak buka chat atau sosmed. Nggak selalu berhasil sih, tapi ketika berhasil, bangunnya jauh lebih segar.
Kebiasaan lain yang nggak kalah sering kulakukan adalah tidur sambil nyalain video atau podcast. Katanya biar “temenan” sama suara, tapi ujung-ujungnya otak nggak benar-benar istirahat. Aku sering kebangun tengah malam, atau besoknya bangun dengan kepala berat. Belakangan aku ganti dengan suara white noise atau musik lembut yang di-set timer. Rasanya lebih tenang dan kualitas tidur juga kerasa membaik.
Soal scroll medsos berjam-jam, ini sih toxic classic. Kadang niatnya cuma 5 menit, tahu-tahu sudah sejam lebih. Mata capek, leher sakit, dan tanpa sadar aku jadi sering bandingin hidupku dengan orang lain. Supaya nggak separah itu, aku pasang batas waktu penggunaan aplikasi di HP. Pas notifikasi batas waktu muncul, aku paksa diri buat tutup aplikasi dan alihin ke kegiatan lain, kayak baca buku tipis, journaling singkat, atau sekadar duduk diam sambil minum air.
Yang terakhir, multitasking berlebihan. Sambil kerja dengerin podcast, sambil balas chat, sambil buka tab lain. Rasanya produktif, padahal kualitas kerja jadi turun dan kepala gampang penuh. Sekarang aku belajar fokus ke satu tugas dulu, pakai timer 25–30 menit (semacam teknik pomodoro versi santai), lalu istirahat sebentar. Hasilnya, kerjaan lebih rapi dan aku nggak terlalu cepat burnout.
Intinya, kebiasaan yang terlihat sepele bisa jadi toxic kalau dilakukan terus-menerus tanpa sadar. Aku nggak langsung berubah total, tapi pelan-pelan mulai #ToxicDetox dari #DailyHabits yang nggak sehat. Kalau kamu juga merasa relate, mungkin ini saat yang pas buat kasih jeda dari layar dan lebih hadir ke diri sendiri dan orang-orang terdekat.
lah.. aku skrg sering scroll medsos berjam2, tapi biasanya ngedit dan cari ide..