Penggemar LE SSERAFIM menyuarakan kekhawatiran setelah anggota Kim Chaewon tampak tidak nyaman selama penampilan grup baru-baru ini di festival Universitas Soongsil.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan Kim Chaewon tampak kesulitan menggerakkan lehernya dengan benar saat tampil di atas panggung. Beberapa penggemar mengklaim dia tampak kesakitan di beberapa bagian penampilan, memicu kritik baru terhadap koreografi grup tersebut.
Banyak yang menunjuk pada koreografi LE SSERAFIM yang baru dirilis yang menampilkan gerakan headbanging yang intens untuk lagu mereka "CELEBRATION," yang telah menjadi topik kekhawatiran di antara penggemar online. Kim Chaewon sendiri sebelumnya menyebutkan mengalami sakit leher, yang semakin memicu kekhawatiran tentang rutinitas yang menuntut fisik tersebut.
Meskipun grup tersebut dilaporkan memodifikasi koreografi untuk penampilan universitas dengan menghilangkan bagian headbanging, penggemar terus mengungkapkan kekecewaan, dengan alasan bahwa perubahan itu hanya terjadi setelah Kim Chaewon sudah terluka.
Netizen berkometar:
“Saya terkejut saat pertama kali melihat koreografinya. Jujur saja, menontonnya membuat saya merasa leher dan punggung saya juga akan sakit.”
“Saya tahu itu akan menyebabkan masalah pada akhirnya… Ah, seharusnya mereka mengubahnya lebih awal.”
“Begitu Anda mengalami cedera cakram serviks, itu akan tetap ada untuk waktu yang lama… Sakitnya luar biasa.”
“Jujur saja, rasanya seperti koreografi yang dibuat tanpa pertimbangan. Apakah mereka tidak mempertimbangkan orang yang menampilkannya?”
“Sedih melihatnya terus tersenyum meskipun jelas-jelas kesakitan.”
“Koreografi memutar leher itu saja sudah terlihat berbahaya…”
Sc: allkpop
#kpopchart #lesserafim #chaewon #kimchaewon #KC_Han
Sebagai penggemar K-pop yang juga mengikuti perkembangan LE SSERAFIM, saya merasa penting untuk menyuarakan dukungan terhadap kesehatan dan keselamatan para idol. Penggunaan koreografi yang menuntut gerakan fisik intens, seperti headbanging, memang bisa menimbulkan risiko cedera terutama pada bagian leher dan punggung. Dalam pengalaman saya menyaksikan berbagai penampilan K-pop, koreografi yang terlalu ekstrem sering kali membuat para idol harus berjuang antara memberikan penampilan terbaik dan menjaga kesehatan mereka. Melihat Kim Chaewon tampak kesulitan menggerakkan lehernya di atas panggung tentu memunculkan simpati dari para penggemar. Seharusnya koreografi dirancang dengan mempertimbangkan kondisi fisik anggota grup agar tidak membahayakan. Dari informasi yang beredar, meski koreografi telah dimodifikasi untuk menghilangkan gerakan headbanging saat penampilan festival, hal ini tampaknya terjadi setelah anggota tersebut mengalami cedera. Ini menunjukkan pentingnya evaluasi dan penyesuaian rutin terhadap jenis gerakan yang akan dilakukan dalam pertunjukan, terutama untuk grup baru seperti LE SSERAFIM. Dalam dunia K-pop, keselamatan anggota seharusnya jadi prioritas utama agar mereka bisa berkarir lebih lama tanpa harus mengalami cedera yang mengganggu. Penggemar pun sering berharap agensi lebih memperhatikan hal ini dengan melibatkan ahli kesehatan dan fisioterapis dalam merancang rutinitas. Selain itu, berbagi pengalaman pribadi dengan penggemar lain terkait cedera akibat koreografi bisa membantu meningkatkan kesadaran pentingnya keselamatan di industri hiburan. Semoga ke depannya LE SSERAFIM dan agensinya bisa membuat koreografi yang tetap keren namun aman untuk anggota grupnya. Dukungan penggemar tentu sangat berarti dalam proses ini. Pengalaman menyaksikan perjuangan Kim Chaewon ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa membuat penampilan yang memukau bukan berarti harus mengorbankan kesehatan. Semoga situasi membaik dan Chaewon segera pulih sepenuhnya.






























